Restorasi Ekosistem Gambut Harus Berbasis Ekologis Ekonomis

restorasi ekosistem gambut
Lahan gambut yang rusak. (Foto: eco-business.com)

Restorasi ekosistem gambut yang sedang diwacanakan oleh pemerintah sebagai usaha mitigasi perubahan iklim harus berbasis ekologis dan ekonomis. Demikian ungkap peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof M Purwanto, sebagaimana dilansir oleh LIPI.

Restorasi ekosistem gambut berbasis ekologis dan ekonomis maksudnya ada penetapan status tentang ekosistem yang harus diproteksi dan hanya pemanfatan jasa lingkungannya,” katanya saat hadir di area pelaksaan KTT Iklim di Le Bourget, Paris, Senin, 9 Desember, waktu setempat.

Peneliti yang juga merangkap Direktur Eksekutif The Indonesian Man and Biosphere Unesco Program Indonesia ini lebih kanjut menjelaskan bahwa penetapan status ekologis dikarenakan fungsi ekosistem gambut tersebut sangat strategis, diantaranya untuk sumber mata air.

Purwanto mencontohkan penetapan kawasan Cagar Biosfer Siam Siak Kecil-Bukit Batu seluas 700 ribu hektar, dimana 178 ribu hektar diantaranya ditetapkan sebagai area perlindungan karena kawasan ini menjadi sumber air bagi daerah sekitarnya.

“Area proteksi ini tetap dapat dimanfaatkan untuk penelitian, pendidikan dan pemanfatan jasa lingkungan,” ungkapnya.

Purwanto mengharapkan bahwa Badan Restorasi Ekosistem Gambut yang menurut rencana akan dibentuk oleh pemerintah akan menyusun program yang jelas untuk memulihkan ekosistem gambut yang kritis, terutama akibat kebakaran hutan dan lahan.

restorasi ekosistem gambut
Lahan gambut yang rusak. (Foto: eco-business.com)

Langkah Restorasi Ekosistem Gambut

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah pemetaan status untuk mengetahui ekosistem yang harus diberikan status perlindungan dan ekosistem yang dapat dikelola untuk mendukung sektor pertanian.

Kegiatan perekonomian di wilayah gambut, menurut Purwanto, sudah dijalankan masyarakat selama turun temurun dan masyarakat asli memiliki kearifan lokal untuk mengelola gambut sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang memproduksi emisi. Peningkatan emisi berarti peningkatan gas rumah kaca yang akhirnya mempercepat perubahan iklim.

Sementara Direktur Walhi Riau, Riko Kurniawan berpendapat perubahan kebijakan harus menjadi landasan perbaikan tata kelola lahan dan hutan dengan menempatkan gambut sebagai kawasan yang dilindungi dan dimanfaatkan tanpa mengubah ekosistem gambut secara signigikan seperti kegiatan wisata alam, penelitian, pemanfaatan hasil hutan non kayu, dan pemanfaatan komoditas lokal di dalam ekosistem gambut.

Terkait pembentukan badan atau lembaga untuk restorasi ekosistem gambut, ia menegaskan bahwa institusi tersebut harus mampu menjawah ego sektoral dan memiliki target capaian yang jelas secara kualitatif dan kuantitatif. Ia juga menegaskan pentingnya peran serta seluruh pihak karena banyak masyarakat Indonesia yang hidup di daerah gambut.

“Model pengelolaan gambut oleh masyarakat menurut dia dapat diadopsi dalam model pengelolaan gambut ke depan,” katanya.

Pengelolaan ekosistem gambut menjadi salah satu dari sejumlah strategi pemerintah Indonesia di sektor pengelolaan lahan dan hutan Indonesia untuk mewujudkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada 2030 dan sebesar 41 persen dengan dukungan internasional.

Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato dalam pertemuan “Leaders Event” di KTT Iklim ke-21 di Paris mengatakan bahwa pemerintah akan membentuk Badan Restorasi Ekosistem Gambut, menerapkan moratorium dan revisi izin pemanfaatan lahan gambut.

Sumber: disunting dari LIPI dan Antara.

Summary
Restorasi Ekosistem Gambut Harus Berbasis Ekologis Ekonomis
Article Name
Restorasi Ekosistem Gambut Harus Berbasis Ekologis Ekonomis
Description
Restorasi ekosistem gambut yang sedang diwacanakan oleh pemerintah sebagai usaha mitigasi perubahan iklim harus berbasis ekologis dan ekonomis.
Author
Publisher Name
Blog Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.