Tukik Tuntong Laut Dilepasliarkan Kembali ke Habitat

Tuntong laut
Tuntung Laut (Batagur borneoensis) dilepaskan kembali ke habitat oleh Muspida Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto: YSLI)

Tukik Tuntong Laut (Batagur borneoensis) dilepaskan kembali ke habitat asli di Sungai Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang (08/12/2015). Menurut IUCN, Tuntong Laut adalah spesies yang berstatus terancam punah secara kritis dan terdaftar ke dalam Daftar 25 Kura-kura Paling Terancam di Tingkat Global. Spesies ini juga mendapatkan prioritas tinggi di dalam Permenhut No 58 tahun 2008 tentang Arahan Strategis Konservasi Spesies Nasional 2008-2018.

Pelepasliaran tukik Tuntong Laut (Batagur borneoensis) dilakukan oleh Bupati Aceh Tamiang, Hamdan Sati, ST, didampingi Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Yoga Prasetyo, Dandim 0104 Aceh Timur Letkol (Inf) Endra Syahputra KZR SE, M.Si, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Ir. Agustin, Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Provinsi Aceh Dedi Irfansyah, ST, Field Manager PT Pertamina EP Field Rantau, Agus Amperianto, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, anggota DPRK Aceh Tamiang, beberapa Camat dan Datuk Penghulu Kampung yang berbatasan dengan habitat dan sekitar seratus masyarakat sekitar.

Tukik Tuntong Laut Dilengkapi Transmiter

Dari 20 tukik Tuntong laut (Batagur borneoensis) yang dilepas, tiga diantaranya dilengkapi dengan transmiter radio UHF. Transmiter ini berguna untuk melacak pergerakan (movement) dan jangkauan (range) tukik di sungai. Transmiter dapat memancarkan sinyal selama delapan bulan ke depan sehingga perilaku tukik paska pelepasan dapat ditelusuri dan diungkap.

Dalam penyampaian kata sambutan di acara pelepasliaran tukik Tuntong laut tersebut, Bupati Aceh Tamiang mengajak masyarakat pesisir untuk saling menjaga keberadaan Tuntong laut yang jumlah populasinya nyaris punah ini. Bupati juga menghimbau warga agar tidak lagi melakukan pengambilan individu induk dewasa dan berburu telur setiap musim bertelur. Bupati juga mengajak para aparatur pemerintah desa untuk aktif melakukan sosialisasi pelestarian spesies ini.

Tuntong laut
Tuntung Laut (Batagur borneoensis) dilepaskan kembali ke habitat oleh Muspida Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto: YSLI)

“Kepada para Datok agar berperan aktif mensosialisakan kepada mayarakat supaya  turut melestarikan tuntong laut”, lanjut Bupati.

”Kita berharap semoga kedepannya, lokasi ini bisa dijadikan lokasi objek wisata bahari di Kabupaten Aceh Tamiang ini.” ujar Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Aceh Tamiang, Ir Agustin, dalam sambutannya.

Sementara mewakili YSLI, Joko Guntoro, berharap kegiatan pelestarian ini dapat terus dilakukan. Ia juga berharap kerjasama multi pihak yang sudah terjalin dapat ditingkatkan. Terlebih Aceh Tamiang saat ini sedang menyusun Qanun (Peraturan Daerah) dan mencoba menginisiasi pembetukan kawasan konservasi untuk melindungi spesies terancam punah ini. Ditambah pula bahwa Aceh Tamiang mungkin merupakan benteng terakhir dari populasi liar spesies Tuntong laut di Indonesia. Walau menurut perkiraan populasi hanya sekitar 500-an, tetapi ini mungkin merupakan populasi liar terbesar di satu lokasi.

Menurut beberapa survei yang pernah dilakukan oleh beberapa peneliti dalam beberapa tahun terakhir, spesies ini kemungkinan besar telah punah di pesisir timur Sumatera. Kecuali di Aceh Tamiang dan Langkat. Jika berdasarkan angka Minimum Viable Population yang mensyaratkan bahwa populasi minimal suatu spesies agar dapat bertahan di alam liar, dengan turut mempertimbangkan keragaman genetika, adalah sekitar 4.800-an. Oleh karena itu, maka populasi Tuntong laut di Aceh Tamiang masih belum aman dari ancaman kepunahan.

Kegiatan pelepasliaran tukik Tuntong laut ini merupakan kerja sama antara Dinas Kelautan Perikanan, BKSDA Provinsi Aceh, Yayasan Satucita Lestari Indonesia. Kegiatan juga didukung oleh Pertamina EP Field Rantau yang berkomitmen untuk mendukung upaya pemulihan populasi spesies ini di Aceh Tamiang,

Penanaman bakau

Bersamaan dengan kegiatan pelepas liaran tersebut, dilakukan pula penanaman bakau jenis Berembang (Sonneratia sp.) dan kelapa Genjah secara simbolis oleh Bupati dan Muspida Kabupaten Aceh Tamiang. Penanaman Berembang di sempadan sungai menjadi penting karena spesies Tuntong laut sangat bergantung kepada tumbuhan pinggiran sungai. Terutama Berembang, sebagai makanan. Kayu, akar pohon di pinggiran sungai juga sering menjadi tempat bagi Tuntong laut untuk berjemur. Berjemur di kayu-kayu pinggiran sungai merupakan cara bagi spesies ini untuk mengatur suhu tubuh.

Penanaman 10,000 bibit Berembang sendiri dilakukan di daerah sempadan sungai di Sungai Alur Bahrum, Desa Pusong Kapal, oleh dua kelompok masyarakat. Satu kelompok berasal dari Desa Pusong Kapal, satu kelompok lainnya berasal dari Desa Sungai Kurok III. Kelompok ini merupakan kelompok yang dibentuk dan didampingi untuk melestarikan spesies dan habitat Tuntong laut. Penanaman Berembang dilakukan dengan bantuan dari PT Pertamina EP Field Rantau, Aceh Tamiang.

Summary
Tukik Tuntong Laut Dilepasliarkan Kembali ke Habitat
Article Name
Tukik Tuntong Laut Dilepasliarkan Kembali ke Habitat
Description
Tukik Tuntong Laut (Batagur borneoensis) dilepaskan kembali ke habitat asli di Sungai Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang (08/12/2015).
Author
Publisher Name
Blog Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.