Tiga Ekor Pesut Mati Terjaring Pukat Nelayan

tiga ekor pesut kalimantan mati
Pesut mati. (Foto: WWF Indonesia)

Tiga ekor pesut (Orcaella brevirostris) ditemukan mati terjaring (bycatch) pukat nelayan di wilayah perairan Kubu Raya. Tiga ekor pesut remaja tersebut tertangkap 5 hari yang lalu (7/4) ketika para nelayan Desa Tasikmalaya, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat sedang melakukan aktivitas menarik pukat.

Saat tertangkap, nelayan pengumpul lokal, Maskur (35), mencoba menjual tangkapan tiga ekor pesut tersebut ke Pasar Flamboyan di Pontianak, untuk mengetahui nilai jual tangkapan, namun pasar tersebut menolak untuk membelinya karena mereka mengetahui bahwa spesies tersebut tidak boleh diperjualbelikan. Kemudian, tiga ekor pesut tersebut dibawa pulang, lalu dipotong dan dibagi-bagikan dagingnya kepada warga sekitar.

Pesut atau Irawaddy Dolphin merupakan hewan dilindungi. Spesies tersebut masuk daftar merah (red list) IUCN dalam Appendix I yang berarti tidak dapat diperdagangkan secara internasional. Di Indonesia, pesut yang ditemukan di daerah Kalimantan adalah di perairan air tawar, muara hingga pesisir pantai. Sejak 2011, hasil survei WWF menemukan bahwa spesies ini terdapat di perairan Kalimantan Barat. Di Kabupaten Kubu Raya, Pesut terlihat pertama kali pada tahun 2012.

Mendengar kejadian ini, Manajer Program Kalimantan Barat, WWF-Indonesia, Albertus Tjiu, meninjau lokasi secara langsung dan menyayangkan kejadian tersebut.

Andai anda ingin mengtahui tentang pelepasliaran Owa Jawa, silahkan baca artikelnya di blog ini.

“Sebagian besar masyarakat desa ini sesungguhnya sudah mengetahui informasi bahwa pesut adalah spesies dilindungi. Longgarnya pengawasan terhadap penerapan aturan perlindungan spesies tersebut, mengakibatkan warga masih melakukan penangkapan,” kata Albertus.

Nelayan pengumpul, Maskur, mengungkapkan, “Kami tidak sengaja melakukan ini. Pesut yang kami temukan sudah mati saat di pukat. Induk yang saat itu masih hidup, kami lepaskan kembali ke lautan”.

Dari hasil potongan-potongan tiga ekor pesut tersebut, masing-masing hanya disisakan bagian kepala, sirip dan ekor.

Hal ini menandakan mendesaknya melakukan sosialisasi perlindungan spesies pesut secara gencar di wilayah ini. Pentingnya sosialisasi ini didukung penuh oleh Camat Batu Ampar, Supriady. “WWF dan pemerintah kecamatan segera akan merancang langkah-langkah strategis untuk melakukan kampanye perlindungan terhadap spesies langka yang ada di Kabupaten Kubu Raya, seperti pesut dan bekantan, agar kejadian ini tidak terus berulang”.

Sumber: WWF.

Baca artikel wacana perubahan iklim dunia dan keterkaitannya dengan laut.

Summary
Tiga Ekor Pesut Mati Terjaring Pukat Nelayan
Article Name
Tiga Ekor Pesut Mati Terjaring Pukat Nelayan
Description
Tiga ekor pesut (Orcaella brevirostris) ditemukan mati terjaring (bycatch) pukat nelayan di wilayah perairan Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Author
Publisher Name
Blog Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.