Reaktor Plasma Ramah Lingkungan Karya LIPI

reaktor plasma sampah
Reaktor plasma untuk pengelelolaan sampah ramah lingkungan.

Tim peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil mengembangkan insinerator atau alat pengolah sampah generasi terbaru yang dilengkapi dengan reaktor plasma. Dengan menambahkan reaktor plasma pada insinerator, gas hasil pembakaran sampah mampu diurai sehingga tidak meningkatkan pencemaran udara.

Peneliti Unit Pelaksana Teknis Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI, Dr. Anto Tri Sugiarto mengungkapkan, kandungan racun pada asap yang dihasilkan dari insinerator dapat dinetralisir dengan memanfaatkan teknologi reaktor plasma, sehingga asap yang dihasilkan menjadi bersih. Bahkan, panas yang dihasilkan dari pembakaran sampah ini juga bisa dimanfaatkan sebagai energi.

“Lebih dari 90 persen dioksin hilang menggunakan insinerator yang dilengkapi plasma. Dioksin ini adalah salah satu senyawa pencemar udara dari pembakaran yang mengakibatkan risiko kanker serta mengacaukan hormon,” papar Anto dalam Diskusi Publik berjudul LIPI Kembangkan Teknologi Bersih Pengolah Sampah dengan Insinerator Plasma, Jumat (20/11) di Media Center LIPI Jakarta.

Pembangunan infrastruktur harus serasi lingkungan alam. Baca artikelnya di sini.

Gas Buang Dapat Digunakan Lagi Berkat Reaktor Plasma

Dengan demikian, lanjutnya, insinerator yang selama ini cenderung tidak diinginkan karena gas buang dari hasil pembakaran yang mengandung banyak sekali polutan berbahaya bisa digunakan kembali asal dilengkapi dengan reaktor plasma.

“Metode plasma menggunakan proses tumbukan elektron yang mengionisasi dan menguraikan gas beracun seperti NOx, SOx, dioksin dan furan menjadi gas aman bagi lingkungan,” jelasnya.

Menurut Anto, teknologi pembakaran sampah dengan insinerator plasma tersebut pas digunakan untuk menyelesaikan masalah sampah perkotaan hingga di level kecamatan atau kelurahan.

Baca berita restorasi ekosistem gambut harus berbasis ekologis ekonomis.

“Sehingga tidak perlu mengirim sampah ke tempat pembuangan akhir secara besar-besaran,” tekannya.

Salah satu aplikasi alat ini bisa digunakan untuk menyelesaikan persoalan sampah di Jakarta.

“Jakarta paling tidak butuh 10 insinerator skala besar dengan plasma yang sekaligus mampu menghasilkan energi,” ujar Anto.

Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI Rahardjo Binudi menambahkan, selain menghasilkan energi, insinerasi membuat pula padatan dari sampah tinggal 10 persen berupa abu.

“Dengan pengolahan lebih lanjut abu bisa dimanfaatkan sebagai pupuk, batako, atau untuk reklamasi daratan di Jakarta atau dimana pun,” tutupnya.

Tahukah kamu bahwa Kelompok Kreasi Sungai Putat gelar proses belajar ramah internet untuk anak? Baca siaran beritanya.

Summary
Reaktor Plasma Ramah Lingkungan Karya LIPI
Article Name
Reaktor Plasma Ramah Lingkungan Karya LIPI
Description
Dengan menambahkan reaktor plasma pada insinerator, gas hasil pembakaran sampah mampu diurai sehingga tidak mencemari udara
Author
Publisher Name
Blog Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.