Wacana Perubahan Iklim Dunia, Laut Harus Mendapatkan Perhatian

perubahan iklim dunia pada laut dan pesisir
Perubahan iklim dunia telah menyebabkan kenaikan permukaan air laut di Tuvalu. (sumber: wikipedia)

Kurang begitu diperhatikan, tetapi tak dapat dihapuskan, tanda perubahan iklim dunia sesungguhnya terletak di lautan. Peneliti dari Universitas Washington, dalam tulisannya di jurnal Science, berpendapat bahwa para pemimpin dunia yang akan bertemu di Paris akhir bulan ini untuk membahas wacana perubahan iklim dunia harus lebih memperhatikan bagaimana dampak perubahan iklim dunia di laut dan lingkungan pesisir telah mempengaruhi masyarakat di seluruh dunia. Oleh karena itu, dalam wacana perubahan iklim dunia, laut layak mendapatkan perhatian lebih layak, tidak diabaikan.

“Ketika orang membaca headline tentang penemuan ilmu pengetahuan bahwa lautan mengalami pengasaman, kenaikan permukaan air laut, mereka merasa tidak berdaya dalam menghadapi perubahan yang tak terhindarkan,” kata penulis utama sekaligus profesor kelautan dan isu lingkungan dari Universitas Washington, Edward Allison.

“Namun sesungguhnya ada banyak hal yang orang bisa, dan memang sudah, dilakukan.” Demikian lanjutnya seperti dilansir oleh Universitas Washington.

proses perubahan iklim dunia
Ilustrasi bagaimana terjadinya perubahan iklim. (Sumber: ocean climate change)

Artikel lingkungan hidup tersebut diterbitkan oleh majalah Science tanggal 13 November. Tulisan tersebut mencoba melihat bagaimana pemahaman ilmiah terhadap perubahan lautan dunia dan bagaimana orang-orang di seluruh dunia memberikan tanggapan. Berbagai reaksi tersebut meliputi penolakan, adaptasi bencana yang terencana, mencari perbaikan yang bersifat teknis, aktivisme politik untuk mengurangi emisi dan mengatasi akar penyebab perubahan iklim.

Makalah tersebut juga memproyeksikan bagaimana perubahan iklim dunia, juga laut akan berdampak pada kegiatan ekonomi yang terkait dengan sektor kelautan. Hal ini dilakukan guna memulai diskusi tentang masa depan hubungan manusia dengan lingkungan laut.

Kesenjangan Penelitian Perubahan Iklim

“Saya merasa bahwa ada kesenjangan dalam penelitian yang dilakukan oleh komunitas ilmu kelautan,” kata Allison.

“Ada banyak tindakan warga yang bisa dilakukan di tingkat lokal untuk mencegah kerusakan pesisir,” lanjutnya.

Tindakan tersebut diantaranya adalah penanaman bakau, penyelamatan terumbu karang atau mencegah erosi pantai dengan menanam pohon kelapa.

Allison memulai karirnya dalam ilmu biologi kelautan, kemudian pindah ke manajemen perikanan dan pembangunan internasional. Beragamnya latar belakang ilmu yang ditekuninya tersebut yang membawanya memiliki perspektif interdisipliner untuk melihat masalah kelautan dan perubahan iklim.

Selain paper ini, sebuah paper lainnya yang baru-baru ini diterbitkan dimana ia menjadi bagian dalam penulisan, mencoba menyelidiki hubungan timbal balik antara program sertifikasi perikanan berkelanjutan dan makanan untuk komunitas perikanan lokal.”

Laut bukan hanya tempat untuk kegiatan ekonomi,” kata Allison. “Ini adalah tempat untuk memperoleh inspirasi, tempat untuk memperoleh kesenangan, tempat mendefinisikan banyak budaya, dan itu adalah tempat di mana manusia mendapatkan beberapa makanan yang paling bergizi. Apa yang dipertaruhkan di sini? Ini adalah saat yang tepat untuk berpikir tentang itu, bahwa laut layak mendapatkan perhatian dalam wacana perubahan iklim dunia.”, tegasnya.

Summary
Wacana Perubahan Iklim Dunia, Laut Harus Mendapatkan Perhatian
Article Name
Wacana Perubahan Iklim Dunia, Laut Harus Mendapatkan Perhatian
Description
Kurang begitu diperhatikan, tetapi tak dapat dihapuskan, tanda perubahan iklim dunia sesungguhnya terletak di lautan.
Author
Publisher Name
Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.