Perubahan Iklim dan Kopi, Bagaimana Keterkaitanya?

perubahan iklim dan kopi
Perkebunan kopi di ethiopia. (Foto: ethiopianfinecoffees.com

Perubahan iklim dan kopi memiliki keterkaitan erat. Meningkatnya serangan hama, penyakit, akibat perubahan iklim menurunkan produksi kopi di seluruh dunia. Daerah yang mendukung pertumbuhan kopi juga semakin menyempit akibat kenaikan suhu. Kesejahteraan petani kopi juga terpengaruh. Indonesia sebagai negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia harus mengantisipasi fenoma perubahan iklim dan kopi. Strategi adapatasi perubahan iklim perlu mencermati berbagai perubahan ini.

Perubahan iklim merupakan ancaman nyata bagi produksi kopi dalam jangka menengah hingga panjang. Demikian pernyataan Andrea Illy, CEO perusahaan kopi Italia Illy, pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Jumat (22/1/2016), seperti dilansir CNBC. Ancaman itu berupa suhu terlalu tinggi, kekeringan, hujan berlebih di daerah sentral produksi kopi.

“Masalah adalah bahwa ternyata, sebagian besar lahan yang cocok untuk produksi Arabika terbaik akan berkurang 50 persen dari sekarang hingga 2050 sebagai akibat perubahan iklim,” ungkap Illy.

Pertumbuhan kopi sangat dipengaruhi kondisi lingkungan hidup. Kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup akan menyebabkan kerentanan produksi kopi. Keterkaitan perubahan iklim dan kopi telah dirasakan oleh Kolombia dan Ethiopia. Walaupun keduanya merupakan negara berbeda, tetapi mengalami masalah, dilema sama. Kedua negara menghadapi bahaya bahwa perubahan iklim secara permanen akan merusak salah satu aspek paling penting ekonomi mereka: produksi kopi.

Pengalaman Berbagai Negara

Dilema tersebut karena persyaratan khusus agar kopi arabika tumbuh baik adalah suhu kondusif. Sedikit perubahan suhu, curah hujan bisa membunuh tanaman. Sebagai akibat perubahan iklim sejauh ini, ancaman baru muncul di kedua negara. Penyakit karat atau jamur daun kopi, hama penggerek buah kopi meningkat signifikan saat ini dibandingkan sebelumnya. Demikian kesimpulan penelitian Iscaro dalam jurnal Global Majority.

dampak perubahan iklim dan kopi
Perubahan iklim menyebabkan meningkatnya serangan penyakit jamur daun tanaman kopi. (Foto: scaa.org)

Meningkatnya suhu, curah hujan akibat perubahan iklim menyebabkan penyakit jamur (karat) daun kopi menjadi lazim di daerah tinggi dibandingkan dulu (Koebler, 2013). Penyakit jamur daun kopi menyerang tanaman kopi Arabika di seluruh Amerika Selatan serta Afrika.

Dampak pemanasan global juga dikaitkan dengan meningkatnya kasus penyakit tanaman kopi. Penyakit ini disebut jamur atau karat daun atau La Rolla. Penyakit daun akan mempengaruhi hasil panen kopi di sluruh dunia. Telah menimbulkan gagal panen sangat besar di seluruh dunia. Ethiopia, India, Kosta Rika, termasuk negara penghasil kopi terbesar di dunia, mengalami penurunan produksi kopi akibat diserang penyakit jamur daun. Peru juga pernah kehilangan sekitar 40% hasil panen kopi tahun ini akibat penyakit daun La Rolla.

(Baca: Restorasi Ekosistem Gambut Harus Berbasis Ekologis)

Selain itu, ancaman utama lainnya adalah serangga. Serangga dikenal sebagai hewan penggerek buah kopi. Jenis hewan tersebut adalah Hypothenemus hampei atau H. Hampei. Hewan ini erupakan hama terbesar untuk tanaman kopi (Jaramillo et al., 2009). H. hampei merupakan salah satu spesies herbivora yang memiliki kemampuan untuk detoksifikasi kafein. Oleh karena itu, serangga ini tidak memiliki masalah memakan buah kopi Arabika dan tidak tertandingi bagi tanaman kopi (Jaramillo et al., 2009).

Hypothenemus hampei memakan buah kopi.
Cara hama penggerek buah kopi Hypothenemus hampei memakan buah kopi. (Foto: jimseven.com)

Kolombia memiliki sumber daya lebih signifikan dibandingkan Ethiopia. Kolombia telah memulai beberapa inisiatif pragmatis mengembangkan jenis kopi baru sebagai adaptasi perubahan iklim. Sedangkan Ethiopia tidak memiliki uang, kemampuan untuk melakukannya. Walaupun kedua negara sedang berjuang menghadapi dampak perubahan iklim pada industri kopi mereka, sepertinya Kolombia akan lebih tahan. Kolombia memiliki kemampuan mengambil tindakan diperlukan untuk membatasi kerusakan akibat perubahan iklim, sedang Ethipia belum. Kemampuan melakukan adaptasi perubahan iklim dan kopi akan menentukan peran tiap negara produsen dalam ekonomi global.

Iklim dan Kopi Arabika

Keterkaitan perubahan iklim dan kopi pernah dirasakan oleh jenis kopi Arabika. Kopi arabika, menguasai sekitar 70% pangsa pasar minuman kopi sehari-hari, sangat sensitif terhadap faktor lingkungan, terutama fluktuasi suhu dan curah hujan. Tanaman kopi Arabika dibudidayakan pada daerah tropis di seluruh dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, kombinasi kenaikan suhu, siklus kekeringan panjang serta tidak menentu, curah hujan berlebihan, penggundulan hutan (deforestasi) mengancam tanaman Arabika liar dan budidaya.

Penelitian oleh Kebun Raya Kerajaan Inggris selama tahun 2012 menunjukkan bahwa peningkatan suhu bisa saja membuat tanaman Arabika punah. Hal ini karena hampir 100 persen tempat di mana ia tumbuh di alam liar menjadi tidak berkelanjutan hingga tahun 2080. Hal tersebut bisa terjadi di sebagian besar Ethiopia, Uganda, Kenya. Demikian menurut situs 1millionwomen.

Di Uganda, bahkan perubahan iklim dan kopi lebih memiliki keterkaitan sangat tinggi. Petani kecil Uganda, memproduksi 90% dari seluruh kopi di Uganda, memiliki tingkat kerentanan tinggi akibat perubahan iklim. Di sini, jenis kopi Arabika hanya bisa tumbuh di dataran tinggi. Perubahan iklim berupa peningkatan suhu akan cenderung memperkecil daerah yang dapat ditanami kopi.

Perusahaan kopi besar seperti Starbucks telah mengakui bahwa perubahan iklim mengancam produksi kopi. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim dan kopi, mereka membeli kebun kopi khusus. Kebun ini digunakan untuk meneliti varietas kopi baru yang mampu beradaptasi dengan kenaikan suhu akibat perubahan iklim.

Untuk kamu yang hobi minum kopi dan ingin membeli online, tidak ada salahnya membaca artikel Jual Kopi oleh Seruput Kopi di blog ini.

Jika kamu tertarik untuk mengetahui pengembangan kota terapung sebagai antisipasi perubahan iklim, baca artikelnya di sini.

Summary
Perubahan Iklim dan Kopi, Bagaimana Keterkaitanya?
Article Name
Perubahan Iklim dan Kopi, Bagaimana Keterkaitanya?
Description
Perubahan iklim dan kopi memiliki keterkaitan erat. Meningkatnya serangan hama, penyakit, akibat perubahan iklim menurunkan produksi kopi di seluruh dunia.
Author
Publisher Name
Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.