Peraturan Adat Suku Maya Dorong Penegakan Hukum di Raja Ampat

peraturan adat suku maya papua barat
Peserta Lokakarya Peraturan Adat Raja Ampat berfoto bersama Wakil Bupati. (Foto: CI Indonesia)

Peraturan Adat Mendukung Perlindungan Laut behasil ditetapkan oleh Dewan Adat Suku Maya, Raja Ampat, Papua. Lokakarya tentang Peraturan Adat Raja Ampat sukses dilaksanakan oleh Dewan Adat Suku Maya, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Yayasan Nazaret Papua, PEW Charitable Trust, dan bekerjasama dengan Conservation International (CI).

Acara dilaksanakan di Gedung Wanita, Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, pada 5-6 Desember 2016 lalu. Kegiatan dihadiri oleh sekitar 100 peserta mayoritas anggota dewan adat dari 40 kampung dan beberapa staf pemerintah daerah. Demikian menurut siaran pers CI Indonesia yang diterima redaksi. Sebagaimana sudah diberitakan sebelumnya pula, bahwa Papua Barat ditetapkan menjadi salah satu provinsi konservasi di Indonesia.

Artis Pandji Pragiwaksono mendukung kampanye lingkungan hidup organisasi Conservation International.

Lokakarya Peraturan Adat Raja Ampat ini diadakan untuk melengkapi poin-poin yang belum termasuk dalam peraturan adat terkait penanganan kasus perusakan laut di wilayah adat yang diusulkan oleh warga Raja Ampat sendiri. Kerap dikutip sebagai surga bawah laut dunia, Raja Ampat memiliki sekitar 75% dari spesies karang di dunia dan 1.765 spesies ikan yang menghidupi lebih dari 76.000 penduduk Raja Ampat. Namun, wilayah laut Raja Ampat masih terancam penangkapan ikan dengan bom dan sianida, serta perburuan hiu dan pembabatan mangrove.

Lokakarya selama dua hari ini berhasil melahirkan Rancangan Peraturan Adat Suku Maya Raja Ampat Tentang Perlindungan Ikan dan Biota Laut dan Potensi Sumber Daya Alam Lainnya di Wilayah Pesisir dan Laut dalam Petuanan Adat Suku Maya Raja Ampat. Rancangan ini disepakati oleh semua anggota dewan adat yang hadir. Rancangan Peraturan Adat ini akan diajukan oleh dewan adat kepada pemerintah daerah. Sehingga mampu mendorong pembuatan sebuah peraturan adat yang bersifat mengikat.

“Hukum dari negara ternyata belum membuat jera pelaku. Maka, kami ingin memberikan dasar hukum oleh masyarakat adat untuk menindak tegas pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. Pelaku harus tunduk terhadap sanksi adat yang diberikan,” ujar Wakil Bupati Raja Ampat, Manuel Piter Urbinas, saat membuka acara Lokakarya Peraturan Adat Raja Ampat.

Jika anda tertarik mengetahui deklarasi pariwisata berkelanjutan raja ampat, Papua, silahkan baca berita terkait.

Sementara itu, Kristian Thebu, Raja Ampat MPA Manager CI Indonesia yang juga merupakan Ketua Dewan Adat Suku Maya mengemukakan bahwa masyarakat adat mengusung isu laut sebagai jalan masuk karena 80 persen warga bergantung pada sumber daya alam laut. Seperti diketahui bahwa terdapat banyak manfaat laut bagi kehidupan manusia.

Pengakuan masyarakat adat

Peraturan adat bisa mendorong penetapan Peraturan Daerah Raja Ampat terkait pengakuan akan masyarakat adat Suku Maya. Dalam aturan adat, masyarakat menyepakati pelaku kejahatan kelautan disidang oleh dewan adat untuk didenda atau mendapat sanksi sosial.

Baca artikel nominator kalpataru tahun 2016 di sini.

“Kami akan mengajukan Rancangan Peraturan Daerah ini kepada Pemerintah Kabupaten Raja Ampat agar dilegitimasi menjadi sebuah peraturan adat. Tentunya, sebelum rancangan ini diajukan, kami perlu melakukan sosialiasi terlebih dahulu kepada warga agar bisa memahami konten peraturan,” ujar Kristian. “Kami harap dengan adanya peraturan ini, posisi masyarakat adat dalam pengelolaan kawasan bisa ditingkatkan sesuai dengan aturan adat yang berlaku,” tutupnya.

Summary
Peraturan Adat Suku Maya Dorong Penegakan Hukum di Raja Ampat
Article Name
Peraturan Adat Suku Maya Dorong Penegakan Hukum di Raja Ampat
Description
Peraturan Adat Mendukung Perlindungan Laut behasil ditetapkan oleh Dewan Adat Suku Maya, Raja Ampat, Papua.
Author
Publisher Name
Blog Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.