Pengertian Keanekaragaman Hayati, Tingkatan dan Manfaatnya

keanekaragaman hayati

Keanekaragaman hayati bukanlah sebuah istilah baru. Pengertian keanekaragaman hayati, tingkat keragaman hayati dan manfaat sumber daya hayati tersebut dibahas lengkap dalam artikel ini.

Keanekaragaman hayati di Indonesia sangat penting bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Bahkan keanekaragaman hayati ini berperan menyumbang terhadap sekitar 40 persen ekonomi dunia. Tidak hanya itu. Sekitar 80 persen kebutuhan orang miskin berasal dari sumber daya hayati. Selain itu, semakin tinggi tingkat keanekaragaman hayati suatu daerah, maka semakin besar peluang untuk melakukan pembangunan. Peluang tersebut seperti penemuan medis, pembangunan ekonomi, melakukan adaptasi perubahan iklim. Demikian menurut hasil penelitian yang dilansir oleh Biodiv.

Pengertian Keanekaragaman Hayati

Pengertian keanekaragaman hayati atau sering disingkat sebagai kehati adalah keanekaragaman di antara makhluk hidup dari berbagai sumber. Dalam hal ini termasuk pula interaksi ekosistem terestrial, pesisir, lautan, ekosistem akuatik lain serta kompleks ekologis dimana berbagai makhluk hidup menjadi bagiannya.

Pengertian keanekaragaman hayati menurut Convention on Biological Diversity (1993) meliputi keanekaragaman jenis, antar jenis dan ekosistem. Pengertian keanekaragaman hayati menurut Sudarsono dkk (2005: 6) adalah ketersediaan keanekaragaman sumber daya hayati. Sumber daya hayati tersebut berupa jenis maupun kekayaan plasma nutfah (keanekaragaman genetik), keanekaragaman antar jenis, keanekaragaman ekosistem.

Keragaman hayati, dengan demikian secara sederhana merujuk kepada berbagai jenis kehidupan biologis di bumi. Jumlah spesies tumbuhan, satwa liar, hewan, mikro organisme, keragaman genetik dalam suatu spesies. Termasuk juga keragaman ekosistem di bumi seperti padang pasir, hutan hujan, terumbu karang. Semuanya adalah bagian dari keragaman biologis bumi.

Manfaat Keanekaragaman Hayati
Tingkat Keanekaragaman Hayati. (Sumber: lingkunganhidup.co)

Tingkat Keanekaragaman Hayati

Tingkat keanekaragaman hayati terbagi ke dalam beberapa level, yaitu:

1. Keragaman hayati tingkat gen. Merupakan variasi genetik dalam satu spesies, baik di antara populasi terpisah secara geografis maupun di antara individu dalam satu populasi. Individu dalam satu populasi memiliki perbedaan genetik antara satu dengan lainnya. Tingkat keragaman gen timbul karena setiap individu mempunyai bentuk-bentuk gen yang khas. Variasi genetik bertambah ketika keturunan menerima kombinasi unik gen dan kromosom dari induknya melalui rekombinasi gen yang terjadi melalui reproduksi seksual. Proses inilah yang meningkatkan potensi variasi genetik dengan mengatur ulang alela secara acak sehingga timbul kombinasi yang berbeda-beda (Indrawan, 2007: 15-25).

keanekaragaman hayati tingkat gen
Keragaman hayati tingkat genetika.

2. Keragaman hayati tingkat ekosistem merupakan komunitas biologi yang berbeda serta asosiasinya dengan lingkungan fisik masing-masing (Indrawan, 2007: 15).

keanekaragaman hayati ekosistem
Ekosistem hutan bakau merupakan tempat berbagai sumber daya hayati. (Foto: lingkunganhidup)

3. Keanekaragaman spesies mencakup seluruh spesies yang ditemukan di bumi, baik tumbuhan, satwa liar. Termasuk pula bakteri dan protista serta spesies dari kingdom bersel banyak seperti tumbuhan, jamur, hewan. Spesies dapat diartikan sebagai sekelompok individu yang menunjukkan beberapa karakteristik penting yang berbeda dibandingkan kelompok lain. Karakteristik tersebut dapat berupa morfologi, fisiologi atau biokimia. Definisi spesies secara morfologis ini paling banyak digunakan oleh ahli taksonomi. Mereka mengkhususkan diri untuk mengklasifikasikan dan mengidentifikasi spesimen yang belum diketahui (Indrawan, 2007: 16-18).

contoh keanekaragaman hayati tingkat spesies.
Keragaman spesies kura-kura di indonesia.

Manfaat Keanekaragaman Hayati

Manfaat keragaman hayati sangat vital dan memiliki peranan penting dalam sejarah peradaban manusia. Bahkan sangat menentukan pola peradaban manusia. Hal ini tercermin dari kenyataan bahwa manusia, sejak sejarah penciptaan keberadaannya di bumi, tidak dapat hidup tanpa sumber daya hayati. Bahkan sangat bergantung kepada pemanfaatan berbagai jenis sumber daya alam. Bagaimana manusia mengambil manfaat tumbuhan dan satwa liar bagi manusia menunjukkan ketergantungan tersebut. Baik secara langsung atau tidak langsung.

manfaat keanekaragaman hayati

Manfaat keragaman hayati bagi manusia dan lingkungan antara lain yaitu:

1. Meningkatkan produktivitas ekosistem di mana masing-masing spesies. Tidak peduli seberapa kecil, semua memiliki peran penting dalam ekosistem tersebut. Sebagai contoh, banyaknya jumlah spesies tanaman berarti memiliki banyak potensi obat-obatan, mengurangi dampak perubahan iklim, sumber makanan.

2. Keanekaragaman spesies yang besar menjamin keberlanjutan alam untuk mendukung semua bentuk kehidupan ekosistem. Berperan pula menurunkan resiko berbagai bencana alam seperti pohon bakau dalam mencegah abrasi, tsunami.

3. Ekosistem hutan hujan Indonesia kaya akan keragaman spesies. Hilangnya hutan bakau juga akan berdampak negatif karena itu sama saja dengan menghilangkan manfaat hutan bakau.

4. Terkelolalnya sumber daya alam dengan baik akan meningkatkan manfaat alam bagi kesehatan manusia.

5. Keragaman hayati yang baik menyediakan sejumlah layanan jasa lingkungan alam bagi manusia. Hal ini meliputi perlindungan sumber daya air, perlindungan tanah dari longsor dan banjir, penyimpanan nutrisi (unsur hara). Sumber daya hayati juga berperan menyerap zat pencemar lingkungan seperti CO2, menjaga stabilitas iklim, menjaga keseimbangan ekosistem. Ia juga menyediakan makanan, sumber obat dan obat farmasi (tanaman obat), tanaman hias, pemijahan sumber daya ikan, penelitian, pendidikan, wisata alam. Semua ini diperoleh secara gratis dari alam.

Pelestarian Keragaman Hayati

Pencemaran lingkungan hidup, perusakan hutan indonesia, kerusakan lingkungan hidup lebih lanjut, secara otomatis akan menurunkan jumlah keanekaragaman sumber daya hayati. Pada akhirnya akan berdampak negatif terhadap keberlanjutan manusia. Dengan meningkatnya deforestasi, meningkatnya jumlah hewan punah, maka manusia akan kehilangan manfaat mereka.

Metode konservasi sumber daya alam yang tepat serta strategi pembangunan berkelanjutan mencoba memahami konsep ini sebagai pendekatan integral guna melestarikan keragaman sumber daya hayati. Dalam beberapa cara atau bentuk, hampir seluruh budaya memiliki akar dan hubungan erat dengan keragaman hayati. Bahkan, dapat dikatakan, sejarah peradaban manusia adalah sejarah pemanfaatan keragaman sumber daya hayati itu sendiri. Karena itu, penurunan jumlah sumber daya alam tersebut akan meningkatkan resiko, ancaman terhadap hidup manusia.

Alam dapat hidup tanpa manusia. Namun, apakah manusia dapat hidup tanpa sumber daya hayati yang ada di alam?

Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

1 Comment

  1. PARA NELAYAN DI KAWASAN KONSERVASI TELUK BERAU TAHUN 2014 KETIKA KELOMPOK SADAR WISATA MELKUKAN KUNJUNGAN KERJA DATA LOKASI WISATA ” PENDUDUK ” GIAT DALAM MELAKUKAN PENANAMAN RUMPUT LAUT DI BULAN MARET 2018 PENDUDUK DI KAWASAN INI YANG MELAKUKAN AKTIVITAS PENANAMAN RUMPUT LAUT TIDAK LAGI MELAKUKAN KEGIATAN TERSEBUT KARENA KETIKA MEREKA MELAKUKAN PENANAMAN RUMPUT TIDAK SUBUR DAN BERTAHAN SEPERTI BIASANYA . kAWASAN KONSERVASI LAUT KAWASAN TELUK BERAU FAKFAK DALAM PENGEMBANGAN RUMPUT LAUT TERKENA DAMPAK PENCEMARAN LAUT YANG BELUM DI KETAHUI APAKAH AKIBAT YANG MENIMPA LAUT MEREKA SEHINGGA LAUT TERCEMAR….SOLUSI YANG DIHARAPKAN MASYARAKAT HINGGA SAAT INI BELUM DI SELESAIKAN. YANG PERLU DI PERTANYAKAN APAKAH KEBERHASILAN KONSERVASI LAUT KAWASAN INI AKAN MENGALAMI KEMAJUAN ATAU KEHANCURAN ?

14 Trackbacks / Pingbacks

  1. Cara Melestarikan Satwa Langka Dalam Kehidupan Sehari-hari
  2. Mendaki Gunung Sibuatan, Gunung Tertinggi Sumatera Utara
  3. Obat Herbal Indonesia Memiliki Potensi Sangat Besar
  4. Hewan Terbesar di Dunia, Ini Daftar Lengkapnya!
  5. Ikan Hias Paling Cantik di Dunia, Berikut Jenisnya! | LingkunganHidup.Co
  6. Tanaman Hias Paling Cantik Untuk Halaman Rumah
  7. Kebun Binatang: Sejarah dan Perkembangannya
  8. Konservasi Sumber Daya alam: Pengertian Dan Metode
  9. Pulau Banyak, Surga Wisata di Pesisir Barat Aceh
  10. Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi | LingkunganHidup.Co
  11. Tak Ada Durian Tanpa Kelelawar (Kalong)
  12. Dampak Perubahan Iklim dan Pemanasan Global - Lingkungan Hidup BumiKita
  13. Jenis Badak di Dunia dan Ancaman Kepunahannya - Lingkungan Hidup BumiKita
  14. Dampak Perubahan Iklim dan Pemanasan Global - Blog Lingkungan Hidup

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.