Metode Pengamatan Burung dan Sejarahnya

pengamatan burung
mengamati burung menggunakan teropong

Pengamatan burung merupakan hobi yang menyenangkan sekaligus meningkatkan pengetahuan. Ingin tahu sejarah dan metode mengamati burung? Baca artikel berikut!

Istilah pengamatan burung atau birdwatching pertama kali digunakan oleh Edmund Selous pada tahun 1901. Bukunya berjudul “Bird Watching” merupakan catatan pertama yang menggambarkan bahwa burung dicari tidak hanya untuk sumber makanan, tetapi juga estetika. Sejak saat itu, mengamati burung, atau birding, telah melahirkan berbagai kumpulan orang-orang dengan kamera genggam, teropong canggih, memiliki peliharaan burung.

Sejarah Pengamatan Burung

Sesunggguhnya, kegiatan pengamatan burung atau mengamati burung merupakan kegiatan yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Kegiatan ini dapat dilacak hingga ke zaman pra modern terkait dengan aktifitas manusia berburu satwa, termasuk burung, untuk dipelihara. Memelihara burung dianggap menunjukkan kejantanan, status sosial. Pada era ini, kegiatan mengamati burung lebih berorientasi untuk mengumpulkan sumber makanan. Dengan kata lain, pengamatan untuk berburu. Alat dan teknik pengamatan masih sangat sederhana. Belum melibatkan teknologi dan pengetahun khusus.

contoh pengamatan burung
Burung camar. (Sumber: lingkunganhidup.co)

Zaman Victoria

Sekitar abad ke-18, seiring dengan meningkatnya minat terhadap ilmu dan ekspedisi alam, kegiatan pengamatan burung mengalami penambahan orientasi. Hal ini juga terkait dengan perkembangan kebun binatang dunia dimana permintaan spesimen untuk kebutuhan koleksi meningkat. Pada era awal ini, cara pengamatan burung mulai melibatkan pengetahuan khusus dan alat, namun masih sederhana seperti teropong konvensional. Seiring dengan perkembangan teknologi, pengamatan burung melibatkan teknologi yang rumit seperti perekam, kamera.

Selama era Victoria, mengamati burung dilakukan dengan tujuan mengumpulkan telur dan bulu burung eksotis. Pada era ini, kolektor di Inggris dikenal memanfaatkan relasi di wilayah koloni untuk mendapatkan akses ke hewan langka dari seluruh dunia. Itu tidak sampai abad ke-19 saat isu konservasi burung mulai mendapat perhatian dan Audubon Society pertama kali didirikan di Amerika. Didirikan untuk memerangi perdagangan burung, Audubon Society dan Royal Society for Protection of Birds (RSPB) di Inggris, menginisiasi kegiatan pengamatan burung untuk rekreasi.

Secara garis besar, kegiatan pengamatan burung pada era ini dicirikan oleh:

  1. Pengamatan burung ditujukan untuk kepentingan mengumpulkan telur dan bulu eksotis.
  2. Tidak sampai abad ke-19, organisasi Audubon Society dibentuk untuk melestarikan burung.
  3. Organisasi di Amerika dan Inggris mulai merintis upaya pengamatan burung sebagai kegiatan rekreasi.

Abad ke-20

Dengan semakin tersedianya otpik dan panduan lapangan, meningkatkan jumlah pengamat burung di pesisir Timur Amerika Serikat. Seiring meningkatnya jumlah komunitas pengemat burung, protes terhadap Ornithologists Amerika Union (AOU) dan British Trust for Ornithology juga meningkat. Daripada mempelajari burung dengan menggunakan teknik pengamatan, AOU dan BTO lebih memilih menggunakan teknik menangkap, studi invasiv, membunuh burung. Akhirnya, seorang ahli burung, Tom Harrison, mengambil alih RSPB pada tahun 1936. Kemudian, ia merintis beberapa survei burung di Eropa dan Asia.

Pengamatan burung pada masa ini dicirikan oleh beberapa hal sebagai berikut:

  1. Dengan terciptanya optik canggih, jumlah pengamat burung meningkat tajam di pesisir Timur Amerika Serikat.
  2. Berbagai komunitas pengamat burung mulai terbentuk, demikian pula protes terhadap AOU dan BTO.
  3. Isu konservasi burung mulai mendominasi opini publik.

Era kontemporer

Perkembangan transportasi udara yang terjangkau pada era 1960-an memungkinkan para pengamat burung menjelajah berbagai dunia. Pada tahun 1965 perusahaan tur wisata burung pertama di Inggris, Ornitholidays, membuka pintunya untuk komunitas pengamat burung. Setelah dibuka, Ornitholidays dipadati oleh para pengamat burung transnasional. Ini menjadikan wisata mengamati burung semakin popular.

Hal ini menyebabkan klasifikasi lebih lanjut tentang burung di seluruh dunia. Hal ini juga memunculkan karya penting seperti Handbook of the Birds of the World. Ditulis di Spanyol pada 1990-an oleh Josep del Hoyo, Jordi Sargatal dan Andy Elliott. Buku panduan ini, dapat dikatakan, adalah yang pertama dan satu-satunya di mana seluruh kelas hewan secara rinci ditampilkan.

Ciri-ciri pengamatan burung pada era ini adalah:

  1. Kemudahan transportasi udara meningkatkan wilayah pengamatan burung.
  2. Pada tahun 1965, Ornitholidays, dipadati oleh pengamat burung dari berbagai negara.
  3. Terbitnya karya ilmiah populer (buku panduan ilmiah) seperti Handbook of the Birds of the World.

Metode Pengamatan Burung

Sesungguhnya, tidak tersedia rumus bagaimana cara mengamati burung yang benar seperti layaknya rumus matematika. Namun, untuk mendapatkan hasil optimal, terdapat cara atau teknik pengamatan burung yang umum diterapkan. Untuk mengamati burung di alam, terdapat beberapa hal yang penting diperhatikan. Mulai dari persiapan hingga pelaksanaan.

Persiapan pengamatan

Sebelum melakukan kegiatan pengamatan burung di lapangan, perlu anda persiapkan hal-hal sebagai berikut:

  • Tempat. Burung dapat dijumpai dimana saja, baik itu di hutan, pantai, pemukiman, sawah dan lain-lain. Namun, prioritaskan tempat pengamatan yang mudah dijangkau dan dekat.
  • Waktu. Kita dapat mengamati burung kapan saja karena burung ada disekitar kita setiap saat. Meskipun demikian, pilihlah waktu ideal saat burung banyak aktif yaitu pagi hari atau sore hari. Jika mau, kita dapat pula mengamati burung di malam hari misalnya burung hantu.
  • Peralatan. Dibutuhkan beberapa peralatan yaitu:
  • Teropong atau teleskop
  • Kamera dan tripod
  • Buku panduan, misalnya Birds of Borneo, Sumatra, Java and Bali (MacKinnon) yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Ini adalah senjata pengetehauan anda saat melakukan pengematan burung di habitat. Tanpa ini, anda tidak akan mengetahui jenis-jenis burung yang anda temui.
  • Buku catatan (bila perlu formulir khusus), pensil, pensil warna. Ini semua penting untuk mencatat atau menggambarkan jenis burung yang ditemukan. Buku catatan dan pensil, untuk mencatat segala informasi tentang burung yang teramati seperti bentuk paruh, kepala, warna, aktifitas dll
  • Pakaian. Gunakan pakaian yang serasi dengan warna lingkungan sekitar, misalnya coklat atau hijau ketika melakukan pengamatan burung di hutan. Jangan gunakan pakaian mencolok. Persiapkan pakaian yang tahan air, jika ada. Jangan gunakan pakaian yang berat seperti jeans. Persiapkan jas hujan.
cara mengamati burung
Burung Rangkok Papan. (Sumber: lingkunganhidup.co)

Pelaksanaan pengamatan

Saat melakukan pengamatan burung di alam, perhatikan hal-hal berikut:

  • Jangan berisik dan jalan lah perlahan-lahan.
  • Cari tempat untuk bersembunyi sehingga burung tidak dapat melihat kita. persembunyian.
  • Gunakan pakaian dan topi yang sesuai dengan warna lingkungan sekitar, misalnya hijau atau berwarna gelap.
  • Carilah posisi nyaman ketika mengamati burung, misalnya duduk. Mengamati burung terkadang membutuhkan waktu yang lama. Jika anda tidak nyaman, anda akan lelah.
  • Jika menggunakan kamera, gunakan tripod.
  • Catat hasil pengamatan anda di buku yang telah dipersiapkan.

Pencatatan data pengamatan

Berikut adalah hal-hal yang perlu anda catat saat pengamatan.

  1. Catat tanggal, waktu, lokasi pengamatan.
  2. Deskripsikan lokasi, misalnya kebun, pantai, pemukiman atau sejenisnya
  3. Catat kondisi cuaca ketika melakukan pengamatan.
  4. Catat jenis-jenis burung yang dijumpai selama pengamatan. Jika anda ragu, lihat buku panduan pengamatan burung yang anda bawa. Ada baiknya pula anda menggambar burung secara detail – termasuk warna tiap bagian, bentuk kaki, dsb – yang sulit diidentifikasi di buku untuk di cek ulang di rumah. Jika anda memiliki kamera dengan lensa tele, tentu anda tinggal memotonya saja. Ingatan saja tidak cukup.
  5. Catat jumlah individu masing-masing jenis burung yang kita jumpai.
  6. Catat aktifitas dari burung yang sedang Anda amati, misalnya sedang makan, berkicau, menisik dan lain sebagainya.
  7. Catat bagaimana hubungan jenis-jenis burung tersebut dengan lingkungan sekitar, misalnya sedang mencari makan, berenang dan lain sebagainya.
    Jenis habitat (tempat tinggal) dan tempat ditemukan (dahan, pasir, akar pohon, dan sebagainya).
  8. Catatlah catatan-catatan tersebut ke dalam satu lembar untuk masing-masing jenis burung.
  9. Corak dan warna bulu tubuh secara keseluruhan dan beberapa bagian tubuh lainnya (kepala, dada, sayap dan ekor).
  10. Bentuk tubuh saat terbang. Bentuk tubuh burung ternyata sangat khas pada saat mereka terbang. Ada beberapa sifat yang tidak terlihat pada saat mereka hinggap di dahan. Baru terlihat saat mereka sedang terbang, misalnya warna sayap bagian dalam dan bagian perutnya.
  11. Bentuk dan ukuran tubuh. Bentuk dan Jenis kaki menggambarkan secara jelas jenis makanan tempat mereka hidup (habitat).
  12. Bentuk paruh. Bentuk paruh burung menggambarkan jenis-jenis makanannya.
    Pola terbang . Amati bagaimana mereka terbang, perhatikan kepakan sayap apakah dengan sedikit kepakan lajunya cepat, atau banyak kepakan.

Epilog

Aktifitas pengamatan burung sebaiknya dilakukan di dalam kelompok kecil. Idealnya, tiap anggota kelompok yang mengamati burung memiliki perlengkapan masing-masing. Namun, jika tidak, sesama anggota dapat saling melengkapi. Misalnya, ketika satu anggota sedang mengamati burung, anggota lain membantu mencatat berdasarkan informasi peneropong.

Demikian lah, bahwa sejarah perkembangan tujuan pengamatan burung sangat dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan, ketersediaan teknologi dan isu publik. Sebagian besar burung Indonesia berada dalam resiko masuk daftar hewan punah, terlebih akibat perdagangan ilegal. Bagaimana peran komunitas pengamatan burung di Indonesia?

Summary
Pengamatan Burung: Sejarah, Tujuan dan Metode
Article Name
Pengamatan Burung: Sejarah, Tujuan dan Metode
Description
Pengamatan burung merupakan hobi yang menyenangkan sekaligus meningkatkan pengetahuan. Ingin tahu sejarah dan metode mengamati burung? Baca artikel berikut!
Author
Publisher Name
Blog Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

3 Comments

  1. Jaman sekarang mau ngamatin burung, burung udah g ada lg d alam liar, trutama d jawa. burung udah mau punah gara gara smakin maraknya kontes burung. Walau sudah ada sebagian kecil masarakat yg peduli dg mnagkar burung (bbrapa spesies saja). Namun perburuan x ini hampir smua spesies burung mulai dr burung kecil sampai besar semua d babad habis. Miriss

  2. D jaman sekarang sulit sekali mengamati burung, bukan karena habitatnya hilang atau rusak. Tapi karena burungnya tidak ada karena perburuan. Banyak faktor yg menyebabkan terjadinya perburuan. Tapi yang paling pasti adalah karena adanya Kontes burung. Dulu mungkin hanya burung trtentu saja yang di buru. Tapi sekarang semua spesies burung di buru tanpa sisa terutama di pulau jawa dengan tujuan sebagai burung master. Dengan demikian maka harga burung yg biasa biasa saja akan smakin naik, dan tentunya akan menaikan minat orang untuk berburu burung tsb. Hal ini terjadi hampir di semua daerah d jawa (umumnya) yg meliputi hutan produksi, maupun cagar alam. Walaupun ada bbrapa orang yg sukses menangkar beberapa spesies burung (biasanya yg paling menguntungkan) namun hal ini trentunya tak sebanding dengan jumlah perburuan yang hampir meliputi segala jenis spesies burung. Bila kita cinta terhadap anak cucu kita mari kita bersama2 lestarikan burung. Stop kontes burung yang lebih banyak mudhorotnya dri manfaatnya dalam agama apapun perbuatan demikian jelas di larang. Terimakasih

  3. benar sekali mas, lebih baik burung dibiarkan hidup bebas di habitatnya sehingga akan berperan sebagaimana mestinya bagi lingkungan dan manusia. terima kasih sudah singgah di blog kami. sukses selalu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.