Sosialisasi Papua Barat Sebagai Provinsi Konservasi

sosialisasi papua barat sebagai provinsi konservasi
Tanggapan dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian LIngkungan Hidup dan Kehutanan terhadap kebijakan Provinsi Konservasi. (Credit: Conservation International)

Pemerintah Provinsi Papua Barat bekerjasama dengan Conservation International (CI) Indonesia menggelar Sosialisasi Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi. Kegiatan dilaksanakan pada 22 November lalu. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk talkshow diskusi yang disampaikan oleh perwakilan dari pelaku pembangunan di Provinsi Papua Barat. Demikian menurut siaran pers yang diterima redaksi.

Sebelumnya, Gubernur Papua Barat, Abraham Octavianus Atururi dan para Bupati, Walikota dengan disaksikan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia telah mendeklarasikan Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi pada tanggal 19 Oktober 2015. Hal ini merupakan inisiatif Gubernur dalam rangka melindungi dan mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan yang menjadi modal dasar pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat Papua Barat.

Keanekaragaman Hayati Papua Barat

Provinsi ini merupakan kawasan yang berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati. Asset sumber daya alam di wilayah ini berlimpah, seperti 8,7 juta hektar hutan yang didiami 657 spesies burung, 191 jenis mamalia darat, 130 jenis katak, dan 151 jenis ikan air tawar. Ditambah dengan wilayah perairan laut, dikenal dengan Bentang Laut Kepala Burung (BLKB), merupakan pusat keanekaragaman laut. Wilayah yang terletak di jantung segitiga karang memiliki keragaman karang tertinggi di dunia, dengan lebih 1720 spesies ikan karang dan 600 karang keras (sekitar 75% dari total yang ada di dunia).

“Papua Barat merupakan paru-paru dunia”, ujar Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Drs. Nataniel D. Mandacan M.Si.

provinsi konservasi
Pemaparan Provinsi Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi oleh Sekretaris Daerah Papua Barat, Perwakilan DPRD Papua Barat dan Rektor Universitas Papua. (Kredit: Conservation Intersional)

Pernyataan tersebut merujuk kepada sumber daya alam Papua Barat yang masih sehat, dengan hutan dan lahan basahnya berkontribusi dalam penyimpanan karbon.
Penetapan Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi juga bertujuan untuk mendukung budaya tradisional.

(Baca: Program Dana Hibah Dorong Konservasi di Papua Barat)

Masyarakat di provinsi ini terdiri dari 12 suku besar. Budaya dan bahasa mencerminkan spiritual mereka dengan alam. Antara lain berlakunya praktik tradisional sistem kepemilikan antar generasi, dan kearifan lokal, seperti Sasi Penghormatan “Tanah adalah Ibu, Laut adalah Bapak”. Masyarakatnya kurang lebih 80% mendiami daerah pedesaan dan memiliki ketergantungan kuat pada sumber daya alam sebagai mata pencaharian.

Perda Khusus Konservasi

Dalam rangka mewujudkan Propinsi Konservasi, proses pembuatan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) sedang dijalankan. Proses pengembangan Perdasus digambarkan dalam Peta Jalan Papua Barat menuju Provinsi Konservasi. Beberapa kegiatan sudah dijalankan seperti pembentukan Kelompok Kerja Provinsi Konservasi berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Papua Barat, penyusunan landasan hukum Provinsi Konservasi, harmonisasi, dan konsultasi publik ditingkat daerah, dan sosialisasi tingkat nasional.

Victor Nikijuluw Direktur Conservation International (CI) Indonesia menyatakan, “Selama 15 tahun terakhir, CI telah bekerjasama dengan Pemda Papua Barat dalam memperkenalkan dan mengembangkan kegiatan pembangunan yang berbasis nilai-nilai konservasi. Dengan cara ini, bersama kita membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat Papua Barat. Hal ini seperti yang dianut nenek moyang mereka, bahwa hutan, tanah, air, dan laut adalah warisan yang harus digunakan dengan baik dan saatnya nanti diwariskan dalam kondisi baik kepada anak cucu.”

CI Indonesia bekerja melalui kolaborasi dan koordinasi dengan pemda dan pelaku pembangunan. Fokus awal CI Indonesia adalah memfasilitasi pembangunan di peairan, dan mulai akhir tahun 2015 mendukung pemda dalam pembangunan di daratan. Dalam melaksanakan kinerjanya, CI Indonesia mendukung pemda dalam merumuskan sektor prioritas berdasarkan kekuatan lokal dan berbasis konservasi.

Pembangunan Wisata Papua Barat

Pembangunan pariwisata dan perikanan berkelanjutan di Kabupaten Raja Ampat telah dirumuskan sebagai pilar pembangunan ekonomi daerah. Hal yang sama juga sedang dirintis di Kabupaten Kaimana dan Kabupaten Fakfak. Diharapkan dengan Propinsi Konservasi, proses kolaborasi dan koordinasi diamplifikasi dan direplikasi dalam membangun kabupatan lain, dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

(Baca berita: Potensi Ekonomi Kawasan Konservasi Sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan)

Kebijakan menjadikan Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi mendukung komitmen Pemerintah Indonesia dalam kaitannya dengan upaya pengurangan emisi karbon. Melalui kebijakan Provinsi Konservasi, Pemerintah Papua Barat diharapkan dapat menata pengelolaan sumber daya alamnya. Hal ini telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua pasal 38 (ayat 2) tentang Perekonomian, dan Pasal 63 dan Pasal 64 tentang Pembangunan Berkelanjutan dan Lingkungan Hidup. Undang-undang tersebut telah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008.

“Melalui Provinsi Konservasi, perlindungan terhadap lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati, serta pengelolaan sumber daya alam akan mewujudkan keberlangsungan hidup masyarakat, termasuk perlindungan terhadap spesies, dan ekosistem yang ada sekarang,” demikian Nathaniel menyampaikan harapannya.

Untuk mengetahui informasi lembar fakta provinsi konservasi, silahkan unduh pada link ini.

Summary
Sosialisasi Papua Barat Sebagai Provinsi Konservasi
Article Name
Sosialisasi Papua Barat Sebagai Provinsi Konservasi
Description
Pemerintah Provinsi Papua Barat bekerjasama dengan Conservation International (CI) Indonesia menggelar Sosialisasi Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi. Kegiatan dilaksanakan pada 22 November lalu.
Author
Publisher Name
Blog Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.