Menyelamatkan Tuntong Laut di Sumatera Utara Melalui Patroli Sarang

paatroli penyelamatan telur tuntong laut di sumatera utara indonesia

Upaya melestarikan Tuntong Laut di Sumatera Utara, terus dilakukan. Tuntong Laut atau Beluku (Batagur borneoensis) adalah salah satu jenis kura-kura air tawar paling terancam punah di dunia menurut Turtle Consevation Coalition (2011). Termasuk pula saah satu jenis kura-kura indonesia yang dilindungi menurut peraturan.

Populasi liar Tuntong Laut di Sumatera hanya ditemukan di Sumatera Utara dan Aceh, sedangkan di Kalimantan di Kalimantan Selatan. Demikian menurut beberapa laporan dan pengamatan lapangan secara langsung oleh Joko Guntoro, pendiri Yayasan Satucita dan juga sebagai wakil ketua Grup Spesialis Kura-kura IUCN untuk wilayah Asia Tenggara.

Penurunan populasi Tuntong Laut di Sumatera, terutama dari dekade 80-an hingga 90-an, terutama disebabkan oleh kegiatan pengambilan telur yang tidak berkelanjutan oleh nelayan, perburuan individu dewasa untuk memenuhi permintaan pasar konsumsi, kematian akibat alat tangkap.

Kunjungan tim BBKSDA Sumetara Utara ke penetasan sementara Tuntong Laut di Jaring Halus. (Photo: Syifa / YSLI)

Saat ini perburuan individu dewasa hampir tidak pernah terjadi. Namun, praktik pengambilan telur yang tidak lestari (dan ilegal) masih dilakukan oleh sebagian nelayan. Mereka melakukan itu bukan untuk mencari keuntungan ekonomi seperti yang dilakukan bisnis, tetapi untuk mencari penghasilan tambahan bagi keluarga dan tambahan sumber protein.

Populasi liar Tuntong Laut di Sumatera terdapat di Suaka Margasatwa Karang Gading Langkat Timur. Ini mungkin merupakan benteng terakhir populasi liar di Sumatera Utara. Populasinya sangat kecil. Hal itu terlihat dari sedikitnya jumlah sarang yang ditemukan tim Satucita dan BBKSDA Sumut pada tahun 2019. Tim tersebut hanya berhasil menemukan 19 butir telur dari dua sarang selama satu bulan di pantai. Namun demikian, kegiatan patroli sarang untuk menyelamatkan telur di suaka margasatwa ini penting untuk “menghasilkan” stok dan indukan bagi upaya pengembang biakkan jangka panjang.

Hasil patroli sarang Tuntong Laut

Oleh karena itu, staf Satucita bekerja sama dengan staf BBKSDA Sumut dan kelompok masyarakat di desa Jaring Halus yang disebut IPANJAR, melakukan patroli sarang untuk menyelamatkan dan menetaskan telur dari Desember 2020 hingga April 2021. Tim berhasil menyelamatkan 78 telur dari lima sarang. Tiga sarang merupakan penyerahan oleh penduduk desa. Ini menjadi salah satu indikasi dukungan mereka terhadap konservasi Tuntong Laut di Sumatera Utara. Dua sarang lainnya ditemukan langsung oleh tim.

Sarang Tuntong Laut ditemukan di dua pantai berbeda di dalam kawasan Suaka Margsatwa. Kedua pantai atau beting tempat bertelur ini dipisahkan oleh muara dan hanya dapat dijangkau dengan perahu mesin yang membutuhkan waktu sekitar satu jam.

Kerapatan vegetasi yang tinggi, luas area yang kecil, membawa tantangan bagi tim dalam menemukan jejak dan sarang di pantai. Apalagi, dalam patroli tersebut, terkadang disertai hujan deras.

Dari jumlah total sebanyak 75 butir yang diinkubasi, 48 telurr dari empat sarang berhasil menetas. Sedangkan satu sarang gagal karena tidak subur. Saat ini, anakan dipelihara dalam ember berisi air, sebelum dipindahkan ke kolam pembesaran yang terletak di suaka margasatwa yang dikelola oleh BBKSDA Sumatera Utara. Anakan ini akan menjadi cadangan indukan bagi upaya pengembang biakan guna memulihkan populasi salah satu jenis kura-kura sungai Indonesia ini.

Anakan Tuntong Laut di Langkat. (Photo: Joko/YSLI)

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang ikut membantu terlaksananya patroli di Langkat ini, yaitu Asian Species Action Partnership. Juga kepada Houston Zoo dan Turtle Survival Alliance yang selalu mendukung Yayasan Satucita mencapai visi zero turtle extinction“, ucap Joko.

“Jika pembaca atau terdapat organisasi yang tertarik untuk terlibat atau dijangkau oleh inisiatif kami, jangan ragu untuk menghubungi kami dan bisa mengakses situs Yayasan Satucita“, demikian tutup Joko.

Tentang Editor 109 Articles
Editor Lingkungan Hidup

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.