Manfaat Hutan Bakau: Menyediakan Sumber Obat-obatan

manfaat hutan bakau menyediakan obat
Hutan bakau menyediakan obat untuk berbagai penyakit.

Manfaat hutan bakau, salah satunya adalah dalam bidang farmasi. Lalu, apakah mungkin mencari dan menemukan obat atau antibiotik dari ekosistem hutan bakau? Para peneliti di Universiti Teknologi MARA (UiTM) di Malaysia melakukan penelitian pada ekosistem hutan bakau untuk mencari bakteri actinomycetes. Ekosistem mangrove dikenal sebagai habitat yang sangat produktif untuk mengisolasi actinomycetes, yang memiliki potensi menghasilkan metabolit sekunder biologis aktif.

Manfaat Hutan Bakau Bagi Farmasi

Penelitian tersebut difokuskan pada delapan lokasi hutan bakau yang berbeda dan tersebar di Malaysia, yang dipilih secara acak untuk mengisolasi dan melacak (screening) bakteri actinomycetesdari sampel berbagai sampel tanah yang diambil. Sebanyak 53 actinomycetes laut diisolasi dan ditemukan bahwa konsentrasi tiga persen dari kandungan natrium klorida (NaCl) cukup untuk mendukung pertumbuhan actinomycetes laut. Demikian menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Universitas tersebut.

Kebanyakan Actinobacteria ditemukan di tanah. Sebagian yang lain tinggal di dalam tumbuhan dan hewan, termasuk beberapa patogen seberti Mycobacterium. Penelitian dari Universiti Teknologi Mara menambah daftar sumber tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa actinomycetes laut merupakan sumber potensial untuk memproduksi antibiotik dan dapat ditemukan di ekosistem hutan bakau. Dengan demikian, manfaat hutan bakau bukan hanya sebagai tempat pemijahan ikan atau benteng bencana tsunami semata.

manfaat hutan bakau
Manfaat hutan bakau menjadi habitat bakteri Actinomyces israelii. (Foto: negabrexo.com)

Apakah Actinomycetes?

Actinobacteria atau Actinomycetes adalah kelompok bakteri Gram positif dengan nisbah G/C yang tinggi. Bakteri ini pernah diklasifikasikan sebagai jamu (fungi, Mycota) karena ada anggotanya yang membentuk berkas-berkas mirip hifa serta menghasilkan antibiotik. Ketika diketahui memiliki sejumlah ciri bakteri, diantaranya ukurannya kecil dan dapat diserang virus bakteriofag, kemudian kelompok ini pernah dianggap bukan sebagai jamur maupun bakteri. Baru setelah dilakukan pengujian DNA, kelompok ini diketahui sebagai bakteri.

Menurut Dr Haslm DEA, dosen pasca sarjana IPB, dalam tulisannya menyatakan bahwa antibiotik yang dihasilkan oleh Actinomycetes, secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga golongan. Pertama, golongan makrolida. Struktur golongan ini terdiri atas cincin lakton yang besar dinamakan makrolid, gugus keton, dan glikosida. Cara kerja golongan ini antara lain dengan menghambat sintesis protein. Jenis antibiotik dari golongan ini diantaranya pikromisin, eritromisin, karbomisin, oleandomisin, spiramisin, josamisin, dan tilosin.

Kedua, golongan aminoglikosida. Golongan ini dinamakan aminoglikosida karena strukturnya mengandung amino dan glikosida. Paling sedikit golongan ini mempunyai satu aminoheksosa dan mempunyai pentosa pada gugus aminonya. Aminoglikosida bekerja secara langsung pada ribosom bakteri dan akan menghambat sintesa protein sehingga mengganggu translasi pesan genetik bakteri tersebut. Jenis antibiotik dari golongan ini diantaranya streptomisin, neomisin, peromomisin, kanamisin, gentamisin, dan tobramisin.

Ketiga, golongan obat antitumor. Beberapa obat bioaktif yang dihasilkan oleh Actinomycetes dapat digunakan untuk kemoterapi kanker. Obat ini umumnya bersifat sitotoksik dengan mengganggu fungsi DNA (contoh: actinomycin D dan anthracyclines) atau cross linking agents (mitomycin C), menyebabkan pecahnya ikatan rantai DNA (bleomycin, streptonigrin), atau interaksi dengan DNA (mithramycin, chromomycin, olivomycin).

Penelitian ini menambah sumber penemuan antibiotik dan mempertegas manfaat hutan bakau bagi manusia. Kerusakan hutan Indonesia lebih lanjut akan menghilangkan berbagai potensi keanekaragaman hayati yang ada di ekosistem bakau.

Summary
Manfaat Hutan Bakau: Menyediakan Sumber Obat-obatan
Article Name
Manfaat Hutan Bakau: Menyediakan Sumber Obat-obatan
Description
Apakah manfaat hutan bakau? Apakah mungkin mencari dan menemukan obat atau antibiotik dari ekosistem hutan bakau?
Author
Publisher Name
Blog Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

2 Comments

  1. wahh emng banyak bgt ya manfaat hutan bakau ini, kita harus melestarikannya nih .. kemarin aja aku ngintip fb Bank Indonesia trus ada acara tanam 1000 mangrove di Bali .. aku jg pngen bgt ikut kampanye kaya gitu, bukan cuma ikut2 kgiatan nongkrong ga penting hehhee

  2. Iya Mbak Patricilia. Antibiotik itu hanya salah satu saja. Sesungguhnya semua obat-obatan, pangan, ikan kita bersumber dari alam. Tanpa hutan yang terjaga, tidak mungkin manusia bisa bertahan hidup. Manusia butuh hutan, juga bakau, tidak sekedar alasan moral pelestarian lingkungan, tetapi memang kita tidak bisa hidup tanpa keanekaragaman hayati. Terima kasih atas komentarnya. Semoga tulisan-tulisan yang kami tulis di sini bermanfaat untuk semua, termasuk juga kami. Sukses selalu untuk Mbak Patricilia!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.