Lebih Seratus Tukik Penyu Hijau Dilepasliarkan di Aceh Tamiang

pelepasan tukik penyu hijau
Pelepasan tukik penyu hijau di Aceh Tamiang. (Foto: YSLI)

Sebanyak seratus sembilan tukik Penyu hijau (Chelonia mydas) dilepasliarkan ke habitat, laut, dalam upacara yang dihadiri oleh Bupati Kabupaten Aceh Tamiang dan tokoh Muspida serta pemangku kepentingan lainnya yang digelar di Pantai Pusong Cium, Kecamatan Seruway, Aceh, Indonesia (1/4).

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Tamiang, Hamdan Sati, ST, mengatakan “Penyelamatan penyu ini sangat penting. Menyelamatkan penyu dan Tuntong Laut seperti sebagai menyelamatkan kehidupan, menyelamatkan alam. Keduanya keanekaragaman hayati milik kita “.

Sementara itu, Dedi Irvansyah, kepala BKSDA Aceh Wilayah I, dalam sambutannya mengatakan “Ini adalah kejutan bagi kami. Sebelumnya, kita sering mendengar populasi penyu di pantai barat Aceh. Ini adalah pertama kalinya bagi kami menemukan populasi penyu di daerah ini. Ini penting bagi upaya konservasi “.

melepas tukik penyu hijau
Bupati Aceh Tamiang, Hamdan Sati, ST, didampingi tokoh masyarakat melepas tukik Penyu hijau. (Foto: YSLI)

Pembesaran Tukik Penyu Hijau

Yusriono, ketua Yayasan Satucita, dalam sambutannya menjelaskan bagaimana sarang ditemukan, proses penetasan yang dilakukan. Selain itu, ia juga menyampaikan perkembangan kegiatan pelestarian Tuntong laut yang juga dilaksanakan oleh Yayasan Satucita bekerjasama dengan BKSDA Aceh.

Tukik Penyu hijau ini merupakan hasil dari patroli pantai yang dilakukan oleh tim dari yayasan, staf BKSDA Aceh, dibantu oleh sukarelawan nelayan dari Desa Sungai Kurok III, Desa Gelung, sejak Desember 2015. Patroli tersebut dilakukan untuk menyelamatkan telur Tuntong laut (Batagur borneoensis) dari perburuan atau panen yang tidak berkelanjutan yang dilakukan oleh banyak nelayan dari desa sekitar, setiap musim bertelur serta dilakukan sejak puluhan tahun lalu.

Dalam patroli tersebut ternyata ditemukan sarang penyu hijau di pantai Pusong Cium pada 5 Januari 2015. Untuk menghindari predasi dari Babi hutan (Sus scrofa) dan perburuan manusia, anggota tim patroli mengamankan dan menetaskan telur di penetsan yang dibuat di pantai. Setelah diinkubasi selama 44 hari, telur berhasil menetas pada tanggal 18 Februari 2016. Dari 119 telur yang ditemukan dan diinkubasi, 109 telur berhasil menetas (tingkat keberhasilan penetasan 91,6 persen).

Sebelum dilepasliarkan, sejak menetas, tukik penyu hijau dibesarkan sekitar 1 bulan. Selama dibesarkan, tukik diberi pakan cincangan udang segar, ebi, udang sabu. Tukik tumbuh dengan baik. Pembesaran sementara ini dilakukan untuk memberi kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk dapat melihat dan merasakan langsung melepasnya. Ini dilakukan karena belum ada kegiatan serupa di Tamiang sehingga ini adalah perdana dalam puluhan, bahkan ratusan tahun sehingga kegiatan ini penting bagi peningkatan pengetahuan dan kesadaran warga sekitar.

tukik penyu hijau berenang
Tukik Penyu hijau berenang menuju lautan setelah dilepas. (Foto: joko guntoro)

Ini adalah untuk kedua kalinya yayasan bersama BKSDA melepaskan tukik Penyu hijau di pesisir Aceh Tamiang. Pertama adalah tahun lalu. Temuan sarang penyu Hijau adalah penting, tidak hanya untuk konservasi penyu, tetapi juga untuk konservasi ekosistem pesisir di Aceh Tamiang. Berdasarkan informasi dari nelayan, sekitar empat sarang telah ditemukan pada bulan Oktober sampai November 2015, sebelum tim patroli yayasan dan BKSDA Aceh melakukan patroli pantai.

Perburuan Telur Penyu

Sudah lama, sekitar lebih dari delapan dekade, masyarakat di pesisir memanen dan mengkonsumsi telur penyu dan Tuntong laut. Sehingga, tidak mengherankan bila populasi penyu dan Tuntong menurun tajam mendekati ambang kepunahan, terlebih akibat massifnya perburuan indukan dan dewasa pada dekade 90-an.

“Meskipun kita tidak tahu jumlah populasi Penyu hijau yang bertelur di sini, dan mungkin sangat kecil karena tidak banyak sarang ditemukan dalam beberapa tahun terakhir, ini tetap merupakan temuan penting. Hal ini seperti membawa Penyu hijau kembali ke masyarakat, ke habitatnya. Bahkan, itu adalah untuk pertama kalinya bagi sebagian orang, terutama pelajar dan masyarakat, dapat melihat dan melepaskan secara langsung seperti apa tukik penyu. Sebelumnya, banyak nelayan selalu mengumpulkan telur ketika mereka menemukannya di pantai, kemudian dibawa pulang untuk dimakan. Mungkin ini bisa menjadi awal yang baik bagi orang-orang di sini untuk memulai konservasi penyu. Kita berharap bahwa tukik akan bertahan dan kembali ke pantai untuk bersarang di sini di masa depan. “, Kata Joko Guntoro, direktur program di yayasan.

Disamping melepas tukik Penyu hijau, Bupati Aceh Tamiang dan peserta lain melihat 538 anakan Tuntong laut di kolam pembesaran sementara yang terletak di pantai di sebelah gubug patroli. Anakan Tuntong laut ini akan dipindahkan ke kolam pembesaran permanen yang dikelola oleh yayasan, terletak di Kota Kuala Simpang. Anakan Tuntong laut akan dibesarkan hingga mencapai ukuran panjang tempurung sekitar 12 cm, sebelum dilepaskan kembali ke habitat, sungai, yang direncanakan akan dilaksanakan pada Oktober tahun ini.

Acara pelepasan tukik Penyu hijau dilakukan bersamaan dengan kegiatan pemberian bantuan alat tangkap Lacuda oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Tamiang kepada kelompok nelayan yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati dan tokoh Muspida lainnya kepada anggota kelompok nelayan penerima manfaat.

Acara ini dihadiri oleh Bupati Kabupaten Aceh Tamiang, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh Tamiang, Kepolisian Sektor Seruway, Koramil Seruway, Pos Angkatan Laut Seruway, tim Yayasan Satucita, perwakilan dari PT Pertamina EP Field Rantau, Camat Kecamatan Seruway, anggota DPRK Aceh Tamiang, Kepala desa (Datuk), kelompok nelayan, pramuka dari SMA di Seruway.

Patroli pantai penyelamatan telur Tuntong laut tahun ini didukung oleh hibah kecil dari Kebun Binatang Chester, Turtle Survival Alliance. Perahu, gubug patroli yang dibangun sejak tahun lalu didukung oleh PT Pertamina EP Field Rantau. Acara ini didukung oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh Tamiang.

Summary
Lebih Seratus Tukik Penyu Hijau Dilepasliarkan di Aceh Tamiang
Article Name
Lebih Seratus Tukik Penyu Hijau Dilepasliarkan di Aceh Tamiang
Description
Lebih dari seratus tukik Penyu hijau (Chelonia mydas) dilepasliarkan ke habitat, oleh Bupati dan Muspida Kabupaten Aceh Tamiang.
Author
Publisher Name
Blog Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

1 Trackback / Pingback

  1. Daftar Jenis Kura-kura Indonesia Secara Lengkap - Lingkungan Hidup BumiKita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.