Jenis Kura-kura Sungai Yang Ada di Indonesia

kura-kura sungai indonesia
Kura kura sungai (Batagur affinis) (sumber: biolib.cz)

Kura-kura sungai di Indonesia berjumlah sebanyak 7 spesies dari 29 jenis kura-kura yang ada di Indonesia. Sedangkan di dunia terdapat sekitar 332 spesies kura-kura (IUCN, 2014), tidak termasuk penyu. Sebelum mengenalkan jenis apa saja yang termasuk ke dalam kategori kura-kura sungai, terlebih dahulu dibedakan pembagian keluarga besar kura-kura berdasarkan habitatnya.

Pertama, mereka yang habitatnya adalah di laut disebut sebagai penyu atau marine/sea turtles, contohnya adalah Penyu Hijau. Kedua, jenis kura-kura yang habitatnya sebagian besar hidup di darat, membutuhkan habitat air dalam kategori minimal dikategorikan sebagai kura-kura darat. Dalam Bahasa Inggris disebut tortoises. Contohnya adalah jenis Kura-kura hutan/Baning/Manouria emys emys atau kura-kura Galapagos.

Ketiga, kura-kura yang habitatnya darat dan air, dalam artian membutuhkan darat dan air dalam kadar yang sama, misalnya rawa-rawa, sering dikategorikan sebagai kura-kura air tawar atau freshwater turtles, contohnya adalah Kura-kura Daun (Cyclemys dentata). Keempat, kura-kura yang habitatnya total air, membutuhkan daratan hanya dalam kategori minimal, sering dikategorikan sebagai kura-kura akuatik (aquatic turtles atau river turtles), salah satu contohnya adalah Kura-kura Semangka (Batagur borneoensis). Kura-kura sungai adalah jenis kura-kura ke empat ini.

Jenis Kura-kura Sungai

Berdasarkan pembagian habitat tersebut, maka yang dapat dikategorikan sebagai kura-kura sungai, termasuk jenis bulus/labi-labi, di Indonesia adalah:

1. Tuntong Laut (Batagur borneoensis).

2. Tuntong Sungai (Batagus affinis affinis).

3. Labi-labi Bintang (Chitra-chitra).

4. Labi-labi hutan (Dogania subplana).

5. Bulus (Amyda cartilaginea).

6. Labi-labi raksasa (Pelochelys cantorii).

7. Biuku (Orlitia borneensis).

Dari beberapa spesies ini, hanya 3 spesies yang dilindungi oleh Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar. Dari 28 spesies kura-kura Indonesia, hanya 5 yang dilindungi pemerintah.

Jenis kura-kura sungai, keseharian dan sebagian besar (sekitar 90 persen) waktunya dihabiskan di sungai. Mereka muncul ke permukaan air hanya untuk mengambil udara atau bernafas. Selain itu, mereka juga berjemur di kayu-kayu pinggir sungai untuk berjemur mengatur regulasi suhu tubuh. Mereka ke darat atau pantai pasir pinggir sungai atau laut untuk keperluan bertelur pada musimnya (Moll, 2000).

Kura-kura sungai ada yang herbivora, misalnya Tuntong Laut atau Tuntong Sungai. Tetapi, ada pula yang omnivora seperti jenis labi-labi/bulus. Vegetasi pinggiran sungai penting sebagai tempat untuk mencari makanan bagi mereka atau menjadi tempat berjemur bagi mereka. Kehilangan tumbuhan pinggir sungai akan menyebabkan mereka sulit bertahan hidup. Demikian pula, buaya yang terkadang memakan anakan kura-kura sungai, akan kehilangan makanan. Rusaknya tumbuhan pinggir sungai atau punahnya kura-kura sungai akan meningkatkan konflik buaya dan manusia.

Selain itu, maraknya perdagangan kura-kura sungai sebagai satwa peliharaan dan konsumsi menyebabkan perburuan terhadap jenis kura-kura ini tinggi. Kura-kura sungai yang memiliki tubuh besar, panjang tempurung bisa mencapai sekitar 60 cm dan berat 20-an kg, menjadikan spesies ini murah secara ekonomis untuk diperjual belikan. Namun, bagi beberapa spesies yang memiliki keunikan dan kecantikan warna-warni, seperti Tuntong Laut, banyak diburu untuk dijadikan satwa peliharaan.

Jika perburuan terus terjadi, maka dipastikan kura-kura sungai akan punah. Tuntong Sungai (Batagur affinis affinis), misalnya, mungkin sudah punah di alam karena menurut survei terakhir (Mistar dkk, 2013), spesies ini tidak ditemukan lagi di beberapa lokasi di pesisir timur Sumatera. Padahal, lokasi-lokasi yang disurvei adalah lokasi-lokasi yang secara historis menjadi penyebaran spesies ini. Demikian pula spesies Chitra chitra. Penelitian yang dilakukan oleh Tim Lescher (2013) di Taman Nasional Sembilang, gagal menemukan spesies ini. Padahal taman nasional ini secara historis merupakan habitat bagi Labi-labi bintang. Akankah kura-kura sungai di Indonesia tetap dapat lestari?

Summary
Jenis Kura-kura Sungai Yang Ada di Indonesia
Article Name
Jenis Kura-kura Sungai Yang Ada di Indonesia
Description
Kura-kura sungai di Indonesia berjumlah sebanyak 7 spesies dari 29 jenis kura-kura yang ada di Indonesia.
Author
Publisher Name
Blog Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

3 Comments

  1. dimana ada yg jual bibit / anakan kura kura airtawar ya ? saya minat untk dikembangbiakkan dan dilestarikan ….mohon info , thx

  2. Terima kasih atas komentarnya mas wayan. ada beberapa penghobi yang bergabung di komunitas yang mengembang biakan kura-kura. Namun, kami tidak tahu apakah pengembang biakan itu legal atau ilegal karena setahu kami bahwa unit penangkaran harus memiliki izin tertentu dari instansi terkait untuk mengembang biakan dan memperdagangkan jenis ini. Termasuk merujuk kepada PP nomor 7 dan 8 tahun 1999 serta keputusan menteri. Karena itu, kami tidak dapat merekomendasikan tempat/pihak yang menjual bibit/anakan kura-kura kepada mas. Untuk ini, kami mohon maaf dan menurut perspektif kami, kami lebih memilih untuk melihat satwa hidup di alam liar dari pada dijadikan koleksi. Demikian tanggapan kami mas. Terima kasih banyak. Salam

  3. Benar sekali saya setuju dengan admin biarkan segala sesuatu nya sesuai kodratnya. Bila memang habitatnya di alam liar biarkan mereka hidup bebas, dengan begitu mereka berperan menjaga keseimbangan alam. Keserakahan menimbulkan keinginan untuk memiliki tanpa didasari kebijaksanaan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.