Kura-kura Leher Ular Pulau Rote Telah Punah di Alam?

kura-kura leher ular
Kura kura leher ular Pulau Rote, Indonesia. (Sumber: wikimedia.org)

Kura-kura leher ular Pulau Rote merupakan salah satu jenis kura-kura Indonesia yang sangat terancam punah. Bahkan, mungkin termasuk telah punah di alam. Kesimpulan awal ini diperoleh berdasarkan pada beberapa penelitian yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir oleh beberapa peneliti.

Berbagai penelitian tersebut mencoba mencari dan menemukan spesies Kura-kura leher ular Pulau Rote (Chelodina mccordi) di lokas-lokasi yang sebelumnya tercatat sebagai habitatnya. Namun, penelitian-penelitian tersebut gagal menemukan satu individu pun di habitat aslinya. Penelitian oleh Endarwin (2005), Kayat (2011), Hidayat (2012), semuanya gagal menemukan populasi liar. Penelitian oleh Hidayat (2012) hanya berhasil menemukan satu individu di rumah penduduk.

Berbagai lokasi yang pernah menjadi habitat asli kura-kura leher ular jenis ini antara lain Danau Peto, Danau Naluk, Danau Tua, Danau Ana dan beberapa rawa dan danau di sekitar Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Bahkan, 50 anakan kura-kura yang pernah direintroduksi oleh Menteri Kehutanan pada tahun 2009 di Danau Peto pun tidak ditemukan lagi. Setelah kegiatan pelepasliaran tersebut memang tidak diiringi oleh upaya pemantauan dan pengamanan. Sehingga, tidak menutup kemungkinan bahwa individu-individu yang dilepas liarkan tersebut diburu atau memang tidak berhasil bertahan hidup di habitatnya.

kura-kura leher ular
Kura kura leher ular Pulau Rote, Indonesia. (Sumber: wikimedia.org)

Peluang gagalnya tukik kura-kura leher ular Pulau Rote liar datap bertahan hidup di habitat sangat besar. Ini karena sebagian besar habitat telah berubah fungsi menjadi areal persawahan. Kemungkinan terjadinya pencemaran danau oleh racun atau insektisida dan sejenisnya sangat besar. Danau juga berfungsi sebagai tempat penggembalaan ternak, pemukiman dan pendangkalan.

Minimnya Konservasi Terpadu

Walaupun kura-kura leher ular ini diduga punah di alamnya, sayangnya, belum ada upaya komprehensif untuk melestarikannya di habitat aslinya. Memang terdapat upaya sosialisasi melalui pemasangan papan pengumuman (sign board) untuk melestarikan spesies ini, misalnya saja di Kecamatan Daleholu, Kabupaten Rote Selatan. Terdapat pula upaya peningkatan jumlah populasi spesies ini saat ini diantaranya melalui pengembang biakan ex situ di Balai Penelitian Kehutanan Kupang (BPKK).

Balai Penelitian ini berhasil menghasilkan tukik kura-kura leher ular ini pada Oktober 2014, setelah beberapa kali mengalami kegagalan. Demikian menurut siaran pers BPKK. Untuk dapat bereproduksi dan bertelur, kura-kura leher ular jenis ini butuh mencapai usia 6 tahun. Selain di fasilitas ini, guna melestarikan salah satu jenis hewan langka di Indonesia dan terancam punah ini, beberapa kebun binatang dan peternak (breeder) privat di luar Indonesia. Terutama di Eropa dan Amerika Serikat. Mereka turut melakukan kegiatan pengembang biakan dan berhasil.

Namun, upaya pelestarian satwa liar sesungguhnya terjadi di habitat alaminya. Hal ini karena agar peran satwa langka ini di dalam menjaga ekosistem tetap terpelihara. Tiap spesies keanekaragaman hayati yang ada di bumi memiliki peran dalam aliran energi dan biomasa untuk menjamin keseimbangan ekosistem.

Walaupun kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada ekosistem jika kura-kura leher ular endemik Pulau Rote ini punah di alam, menjaga keseimbangan alamiah adalah pilihan bijak. Dampak dari kepunahan suatu spesies baru akan terasa setelah 100 tahun spesies itu punah (Banuet et all, 2014). Sungguh tragis, akibat kepunahan yang terjadi di era kita, tetapi generasi mendatang, anak cucu kita yang merasakan dan menanggung dampaknya. Membiarkan suatu spesies punah bukanlah pilihan!

Sumber:
Banuet, A.V., et all, 2015, Beyond Species Loss: The Extinction of Ecological Interactions in a Changing World, Journal of Functional Ecology, vol 29 (3), :299-301.
Endarwin, Wempy. et all, 2005, Studi Pendahuluan: Keberadaan Kura-kura Rote (Chelodina mccordi, Rhodin 1994) di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, Media Konservasi, vol x (2): 51-57.
Hidayat, Oki. 2012. Jejak Kura-kura Leher Ular Rote, Jurnal Biodiversitas Indonesia, vol 2 (1): 51-56.
Kayat., Grace S Saragih. 2011. Kajian Habitat dan Sebaran Populasi Kura-kura Leher Ular (C. mccordi Rhodin 1994).
Kayat. 2011. Teknologi Penangkaran Kura-kura Leher Ular Rote (Chelonia mccordi Rhodin 1994).

Summary
Kura-kura Leher Ular Pulau Rote Telah Punah di Alam?
Article Name
Kura-kura Leher Ular Pulau Rote Telah Punah di Alam?
Description
Kura-kura leher ular Pulau Rote merupakan salah satu jenis kura-kura Indonesia yang sangat terancam punah. Bahkan, mungkin termasuk telah punah di alam.
Author
Publisher Name
Blog Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.