Kota Terapung Masa Depan, Sekarang dan Dahulu

kota terapung masa depan

Kota terapung masa depan bukanlah sekedar isapan jempol atau gagasan semata. Kota terapung masa depan yang ramah lingkungan, modern, berkelanjutan mungkin dapat menjadi solusi mengatasi pertumbuhan penduduk atau perluasan kota. Artikel ini akan membahas pembangunan kota ini, mulai dari sejarah kota terapung di italia yaitu Venesia, kondisi saat ini hingga tantangannya ke depan.

Kota terapung masa depan yang modern dan berkelanjutan mulai diperkenalkan di berbagai belahan dunia. Di Afrika, China, Eropa, berbagai rencana proyek pembangunan kota apung sudah mulai direalisasikan. Mulai dari konsep yang sederhana hingga kompleks. Bahkan, dalam waktu dekat kota terapung akan segera menjadi kenyataan di California. Hal ini sebagaimana dikutip dari situs IFL. Bahkan, calon gubernur Jakarta, Agus Yudhoyono, beberapa waktu lalu sempat mengutarakan gagasan serupa. Sehingga, warganet sempat dibuat heboh oleh gagasan kota terapung Agus.

Kota Terapung, Mengapa Dibangun?

Pembangunan kota terapung didasari oleh berbagai faktor. Secara umum, faktor-faktor tersebut yaitu:

  1. Perbaikan pemukiman kumuh, terutama di daerah pesisir.
  2. Antisipasi pertumbuhan kota untuk kebutuhan pemukiman, perdagangan atau perindustrian.
  3. Tenggelamnya wilayah pemukiman akibat kenaikan permukaan air laut yang disebabkan oleh  dampak perubahan iklim.
  4. Antisipasi tenggelamnya kota akibat intrusi air laut, reklamasi berdampak buruk terhadap ekosistem pesisir, mengantisipasi krisis lingkungan hidup.

Pola Pembangunan Kota

Kota terapung di Italia, Venesia, dengan kota apung saat ini tentu berbeda pola pembangunannya. Pola pembangunan kota apung tentu mengalami perkembangan sesuai zaman. Hal ini karena tiap zaman memiliki sumber daya, teknologi dan latar belakang yang berbeda.

Kota apung masa lalu

Kota apung bukanlah sebuah kota yang dibangun di udara. Namun, ia dibangun di atas permukaan laut. Karena itu ia disebut juga sebagai kota mengapung. Pembangunan kota seperti ini sendiri bukanlah sebuah gagasan baru. Ia memiliki dasar pada sejarah manusia. Sesuai sejarahnya, kota mengapung sudah ada sejak dahulu. Contoh kota yang mengapung adalah kota apung Venesia di Italia. Namun, ia bukanlah kota apung modern seperti yang sedang dibangun oleh beberapa pihak saat ini.

Kota terapung di italia

Kota apung Venesia di Italia dibangun di wilayah yang terdiri dari sekitar 118 pulau kecil. Seluruh pulau kecil ini dihubungkan oleh jembatan dan kanal. Bangunan di Venesia dibangun di atas dasar platform kayu yang ditopang oleh batang kayu yang ditancapkan ke tanah. Modelnya kurang lebih seperti kota di pesisir Indonesia saat ini. Namun, dengan disain yang lebih rapi dan terencana.

Kota mengapung masa depan

Saat ini telah banyak proyek pembangunan kota mengapung. Di Nigeria, seorang arsitek, Kunle Adeyemi, mencoba mengubah daerah pemukiman kumuh di atas air di pesisir menjadi kota mengapung yang indah dan layak huni. Sebagaimana dilansir oleh QZ, proyek ambisius ini mencoba mengatasi berbagai masalah pemukiman pesisir. Masalah itu yaitu naiknya permukaan air laut, meningkatnya curah hujan, perubahan iklim. Berbagai masalah ini telah mengancam kehidupan warga setempat akibat banjir dan bencana lainnya.

Kota terapung di nigeria
Konsep kota mengapung di Nigeria. (Sumber: QZ)

Sebelum proyek ini, Adeyemi telah mengembangkan sekolah terapung di Makoko. Ini sebagai bagian dari rencana besar pembangunan kota apung modern. Struktur bangunan terbuat dari plastik daur ulang, kayu dan bambu, bertenaga surya, ventilasi alami serta dapat menyimpan dan mengalirkan air. Bentuk bangunan segitiga dipilih agar bangunan dapat mengapung di atas air karena memiliki pusat gravitasi rendah. Hal ini membantu struktur bangunan tetap stabil walau ditiup angin.

Kebanyakan rumah di Makoko berdiri di atas panggung yang tidak terlindungi dari resiko banjir. Kawasan kumuh tersebut memiliki jaringan drainase yang buruk sehingga menyebabkan berbagai masalah lingkungan hidup dan kesehatan. Sekolah terapung Makoko dapat menampung hingga 100 murid sekolah dasar. Sekolah ini telah menjadi lebih baik dari sekedar sebuah sekolah. Tetapi, telah menjadi ruang publik bagi masyarakat, tempat pertemuan, pertunjukan, dan pasar.

Kota terapung di nigeria dengan teknologi sederhana

Berbeda di Afrika, berbeda pula pembangunan kota yang digagas oleh sebuah perusahaan Jepang, Shimizu Corporation, dengan proyek kota futuristik bernama Ecotopia. Sebagaimana dilansir oleh Inhabitat, latar belakang pembangunan Ecotopia adalah banyaknya masalah lingkungan hidup. Masalah itu yaitu naiknya permukaan air laut, meningkatnya suhu, perubahan iklim, berkurangnya sumber daya alam. Untuk mengatasi hal tersebut, direncanakanlah Ecotopia.

kota terapung masa depan sedang dibangun
Disain kota terapung Ecotopia. (Sumber: inhabitat)

Kota Apung Ramah Lingkungan dan Mandiri

Pembangunan kota terapung bukanlah tanpa tantangan. Salah satu tantangannya adalah bagaimana kota di atas air ini dapat memenuhi kebutuhannya? Jawabannya terletak pada konsep kemadirian kota. Proyek Ecotopia direncanakan sebagai kota yang sungguh mandiri. Kota akan memiliki tumbuhan dan taman sendiri; menghasilkan listrik sendiri; memiliki lahan pertanian; mengelola limbah; menyediakan air bersih.

Proyek Ecotopia direncanakan dibangun di sekitar katulistiwa pasifik. Kemungkinannya di dekat Jepang. “Green Float” adalah konsep proyek ini. Konsep Green Float adalah sebuah konsep pembangunan kota apung yang menghubungkan serangkaian pulau terapung dengan kota-kota pencakar langkit. Warga yang tinggal dapat bekerja, berkebun, memiliki ruang terbuka, pantai, bahkan hutan dan memiliki keanekaragaman hayati sendiri. Kepulauan yang saling terhubung tersebut akan membentuk modul. Sejumlah modul dikelompokkan bersama-sama membentuk “negara” berpenduduk sekitar 1 juta orang.

kota terapung ramah lingkungan

Selain itu, sebuah menara setinggi 1.000 m di tengah pulau bertindak sebagai pertanian vertikal sekaligus perumahan, ruang komersial dan kantor. Ruang hijau, pantai, dan terminal air di bidang datar pulau akan dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Energi untuk pulau-pulau akan dihasilkan dari sumber terbarukan seperti panas matahari, angin, dan panas laut. Bahkan, mereka juga akan mengembangkan energi listrik tenaga surya untuk kebutuhan energi secara mandiri.

kota terapung china
Rencana pembangunan kota apung. (Sumber: Business Insider)

Di lain pihak, walaupun tidak secanggih proyek Ecotopia milik Shimizu, proyek di Nigeria yang lebih sederhana telah berhasil mengurangi masalah lingkungan dengan menggunakan bahan daur ulang sebagai material bangunan.

Selain itu, proyek lain juga sedang direncanakan oleh perusahaan pengembang AT Ddesign Office yang berbasis di London. Berdasarkan siaran berita Business Insider, kota mengapung ini akan mengusung kemandirian dan ramah lingkungan juga.

kota terapung di jepang
Ilustrasi disain kota apung oleh AT Design Office. (Sumber: Business Insider)

Kota ini, berdasarkan konsepnya, akan berbentuk empat persegi yang mengambang di atas laut. Struktur kompleks terdiri dari modul heksagonal dihubungkan dengan terowongan bawah laut yang membuat jaringan jalan dan trotoar.

Proyek pembangunan kota ramah lingkungan ini diharapkan menjadi mandiri, dengan memproduksi makanan, pembangkit listrik, sistem pengelolaan limbah. Transportasi antar kota akan difasilitasi oleh mobil listrik atau mode trasnportasi nol-karbon lainnya.

kota terapung di bawah laut
Ilustrasi bagian bawah laut. (Sumber: Business insider)

Untuk urusan logistik, pergerakan barang masuk dan keluar dari kota mungkin menjadi suatu tantangan. Namun, para perancang bangunan berharap bahwa jaringan di atas, kanal transportasi bawah laut dan kapal selam dapat menjadi solusi. Bahkan, pusat kota pelabuhan dengan akses ke distrik perbelanjaan dan hiburan dapat digunakan sebagai lokasi parkir kapal selam komersial.

Kota apung akan terdiri dari segmen di atas dan bawah air. Selain itu, ia juga akan menampilkan semua perumahan, perlengkapan komersial dan hiburan dari kota besar. Perencana berharap bahwa kota akan menjadi tempat hunian, hotel mewah, restoran, pusat perbelanjaan dan sarana rekreasi lainnya. Kota ini bahkan akan dilengkapi dengan fasilitas parkir kapal pesiar guna mendorong pariwisata.

kota terapung bawah laut
Ilustrasi pemandangan bawah laut kota.

Tantangan ke Depan

Meskipun konsep kota mengapung yang merupakan mandiri dan berkelanjutan sudah ada, tetapi bukan berarti tanpa kendala. Ketersediaan teknologi dan mahalnya pembiayaan adalah diantaranya. Mahalnya pembangunannya tentu akan berimbas pada mahalnya biaya untuk mengakses fasilitas kota bagi penduduk. Akhirnya, kota ini hanya dapat dinikmati oleh golongan masyarakat kaya semata. Sementara, masyarakat miskin akan tidak akan dapat mengaksesnya. Padahal, masalah kepadatan penduduk dan lingkungan hidup kota justru banyak berkaitan dengan kaum menengah ke bawah.

Meskipun demikian, pembangunan kota mengapung masa depan berbiaya murah mungkin dapat menjadi solusi bagi perluasan kota dalam jangka panjang. Selain itu, ia juga berpotensi mengatasi tekanan pertumbuhan penduduk serta mengatasi masalah lingkungan hidup perkotaan.

Tentang Editor 105 Articles
Editor Lingkungan Hidup

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.