Konservasi : Pengertian, Metode, Tujuan & Contoh Lengkap

pengertian konservasi adalah

Konservasi adalah pemanfaatan, pengelolaan sumber daya alam termasuk satwa, air, udara, mineral, terbarukan atau tidak. Istilah konservasi sumber daya alam semakin sering dipergunakan dalam wacana publik seiring meningkatnya berbagai masalah, tekanan, kerusakan lingkungan hidup. Berikut dibahas mengenai pengertian konservasi, metode, tujuan, manfaat dan beberapa aspek darinya secara komprehensif.

Pengertian Konservasi

Konservasi adalah pengelolaan biosfer secara aktif demi menjamin kelangsungan keanekaragaman spesies maksimum serta pemeliharaan keragaman genetik dalam suatu spesies. Termasuk di dalamnya adalah pemeliharaan fungsi biosfer misalnya siklus nutrisi dan fungsi ekosistem. Demikian pengertian menurut Allaby (2010).

Konservasi adalah mencakup pula konsep pemanfaatan sumberdaya secara berkelanjutan (UNEP). Dengan demikian, lingkungan dapat memberikan manfaat terbesar, berkelanjutan untuk generasi sekarang sekaligus menjaga potensinya agar memenuhi kebutuhan hidup generasi mendatang (UNEP, 1992). Pelestarian spesies dan proses biologis harus bersamaan (simultan) dengan konservasi sumber daya abiotik. Jika tidak, maka tidak mungkin berhasil.

Konservasi adalah pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam termasuk satwa liar, air, udara, mineral, segala sumber daya alam terbarukan / tidak terbarukan.

Konservasi sumber daya hayati adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Pengertian menurut Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Tujuan konservasi

Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya bertujuan mengusahakan terwujudnya kelestarian sumber daya alam hayati serta keseimbangan ekosistemnya sehingga dapat lebih mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia.

Konservasi sumber daya alam terbarukan dan tidak terbarukan

Konservasi sumber daya alam terbarukan seperti pohon harus memastikan bahwa mereka tidak boleh dikonsumsi lebih cepat dibandingkan tingkat kemampuan daya gantinya. Tingkat konsumsi minimal harus sama dengan tingkat produksi. Jika sekarang dikonsumsi 10 pohon, maka harus dipastikan telah ada 10 pohon pengganti yang siap menggantikan fungsi mereka di ekosistem. Dengan demikian, sumber daya terbarukan tidak berada di titik minus.

konservasi in situ
Contoh metode konservasi in situ adalah patroli pengamanan dan penetasan telur Tuntong laut (Batagur borneosnsis) oleh Yayasan Satucita. (Foto: Yayasan Satucita)

Pelestarian sumber daya tidak terbarukan seperti bahan bakar fosil harus memastikan ketersediaan cadangan agar generasi mendatang dapat memanfaatkan. Contohnya adalah mengembangkan teknologi ramah lingkungan seperti pengembangan energi listrik tenaga surya.

Pelestarian sumber daya alam biasanya berfokus pada kebutuhan dan kepentingan manusia, misalnya dari nilai-nilai biologis, ekonomi, sosial budaya, rekreasi. Hutan hujan, misalnya, mengandung berbagai keanekaragaman hayati, menyediakan sumber makanan, tanaman obat berbagai penyakit.

Para pelestari lingkungan (sering disebut konservasionis) menerima fakta bahwa pembangunan diperlukan untuk masa depan yang lebih baik, tapi hanya ketika perubahan dan pembangunan terjadi dalam cara-cara yang tidak boros, tidak merusak lingkungan sehingga justru mengancam pemenuhan kebutuhan hidup manusia di masa yang akan datang.

Konservasi dan preservasi

Pelestarian lingkungan dalam arti preservasi adalah upaya untuk mempertahankan kondisi saat ini dari suatu wilayah, unit biologis, ekosistem, di bumi sejauh tidak tersentuh oleh aktifitas manusia. Hal ini disebabkan kekhawatiran – sayangnya sering menjadi kenyataan – bahwa manusia merambah lingkungan hingga tingkat merusak. Bahkan, mengubah kondisi bentang alam seperti alih fungsi hutan untuk pertanian, perkebunan, perumahan, industri, wisata massal. Akhirnya, bumi banyak kehilangan wilayah lingkungan alam alami.

Contoh preservasi adalah pembentukan kawasan cagar alam seperti suaka marga satwa yaitu wilayah yang sama sekali dilarang untuk dijamah oleh aktifitas manusia. Contoh lain adalah penetapan zona inti taman nasional. Demikian pula penetapan satwa liar, tumbuhan dilindungi.

Seperti konservasionis, beberapa preservasionis mendukung perlindungan alam semata-mata demi alasan terpusat pada manusia (human-centred reasons). Meski demikian, beberapa preservasionis mengadopsi pendekatan kurang terfokus pada manusia untuk melindungi lingkungan. Mereka menempatkan nilai pada alam yang tidak berhubungan langsung dengan kebutuhan manusia.

Ekologi hijau lama berpendapat bahwa seluruh ekosistem, spesies harus dipertahankan bagaimanapun caranya. Terlepas dari manfaat langsung bagi manusia, bahkan jika keberadaan mereka mungkin berbahaya bagi manusia. Hal ini mengikuti keyakinan bahwa segala sesuatu yang hidup memiliki hak hidup, sehingga harus dilestarikan.

contoh konservasi ex situ
Contoh konservasi ex situ adalah pengembang biakkan berbagai tumbuhan di Kebun Raya Inggris. (Foto: Ecorazzi.com)

Metode Konservasi

Terdapat dua metode konservasi yang diakui secara ilmiah dan umum untuk menangani masalah lingkungan hidup tumbuhan dan satwa liar. Kedua metode ini dilakukan di berbagai belahan dunia, baik untuk satwa liar, tumbuhan, ekosistem.

Pertama, metode in situ (‘di situs’, ‘di tempat’) adalah seperangkat teknik yang melibatkan penunjukan, pengelolaan dan pemantauan keanekaragaman hayati di habitat. Contoh teknik in situ adalah reforestasi, rehabilitasi habitat yang rusak, pelepasliaran serta pengamanan satwa liar terancam punah di habitanya, misalnya saja pelepas liaran Owa Jawa di Jawa Barat.

Berbeda dengan metode in situ ialah metode ex situ. Metode ex situ adalah pelaksanaan pelestarian keanekaragaman hayati, satwa liar, tumbuhan, dilaksanakan di luar habitat. Contoh metode ex situ adalah pengembang biakkan hewan langka di indonesia, misalnya badak, di fasilitas penangkaran, juga pengembang biakkan tanaman langka di kebun raya.

Konservasi menurut UU No 5 Tahun 1990

Menurut UU No 5 Tahun 1990, pelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dilakukan melalui kegiatan:

  1. perlindungan sistem penyangga kehidupan;
  2. pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya;
  3. pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Untuk mewujudkan tujuan perlindungan sistem penyangga kehidupan, pemerintah menetapkan hal-hal seperti berikut:

  1. wilayah tertentu sebagai wilayah perlindungan sistem penyangga kehidupan;
  2. pola dasar pembinaan wilayah perlindungan sistem penyangga kehidupan;
  3. pengaturan cara pemanfaatan wilayah pelindungan sistem penyangga kehidupan.

Pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya, dilaksanakan melalui kegiatan:

  1. pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya;
  2. pengawetan jenis tumbuhan dan satwa.

Kawasan suaka alam

Pengawetan jenis tumbuhan dan satwa bisa dilaksanakan di dalam dan di luar kawasan suaka alam. Pengawetan jenis tumbuhan dan satwa di dalam kawasan suaka alam dilakukan dengan membiarkan agar populasi semua jenis tumbuhan dan satwa tetap seimbang menurut proses alami di habitatnya. Sedangkan pengawetan jenis tumbuhan dan satwa di luar kawasan suaka alam dilakukan dengan menjaga dan mengembangbiakkan jenis tumbuhan dan satwa untuk menghindari bahaya kepunahan.

Kawasan suaka alam sebagaimana tersebut terdiri dari kawasan cagar alam dan suaka margasatwa. Cagar alam adalah kawasan suaka alam karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tunbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.

Suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.

Kawasan suaka alam selain mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya, juga berfungsi sebagai wilayah perlindungan sistem penyangga kehidupan.

Referensi:

Allaby M (ed). 2010. A Dictionary of Ecology. Oxford University Press, Oxford, UK
WRI IUCN & UNEP. 1992. Global Biodiversity Strategy. World Resources Institute, The World Conservation Union and United Nations Environment Programme, Washington, U.S.A.
http://www.ecoca.ro/meteo/tutorial/Sustainability/Older/Conservation_and_Preservation.html
UU No 5 tahun 1990 tentang KSDAE

Summary
Konservasi : Pengertian, Metode, Tujuan & Contoh Lengkap
Article Name
Konservasi : Pengertian, Metode, Tujuan & Contoh Lengkap
Description
Konservasi adalah pemanfaatan, pengelolaan sumber daya alam termasuk satwa, air, udara, mineral, terbarukan atau tidak. Pengertian konservasi sumber daya alam, metode, tujuan, manfaat dan contoh lengkapnya dibahas lengkap.
Author
Publisher Name
Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 108 Articles
Editor Lingkungan Hidup

1 Comment

6 Trackbacks / Pingbacks

  1. Manfaat Pohon Bagi Manusia dan Lingkungan
  2. Keanekaragaman Hayati : Pengertian, Tingkatan dan Manfaatnya
  3. Pengertian Pemanasan Global Serta Bukti dan Dampaknya - Lingkungan Hidup BumiKita
  4. Jenis Hewan Terbesar di Dunia Yang Layak Anda Ketahui! - Lingkungan Hidup BumiKita
  5. Cara Melestarikan Satwa Langka Dalam Kehidupan Sehari-hari - Lingkungan Hidup BumiKita
  6. Lingkungan Hidup : Pengertian, Unsur, Manfaat dan Upaya Pelestarian - Lingkungan Hidup BumiKita

Tuliskan komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.