Katak Sebagai Indikator Lingkungan Hidup, Mengapa dan Bagaimana?

katak sebagai indikator lingkungan hidup
Nasikabatrachus sahyadrensis. (Foto: imgur.com)

Katak sebagai indikator lingkungan hidup. Katak dapat memberitahu kondisi lebih lanjut tentang hutan dibandingkan harimau. Mempelajari katak memberikan petunjuk dampak perubahan iklim.

Para ilmuwan bersepakat bahwa katak sebagai indikator lingkungan hidup. Gagasan mengenai katak sebagai indikator lingkungan bukan hal baru. Tetapi, penelitian terbaru memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat. Kesimpulan diperoleh setelah mempelajari berbagai spesies katak dari berbagai ukuran, mulai ukuran dari 1 hingga 20 cm. Hasil penelitian memberikan petunjuk tentang dampak perubahan iklim. Demikian hasil penelitian Vineeth Kumar dari Universitas Mangalore, seperti dilansir oleh India Times.

Suasana romantis di saat hujan telah menginspirasi kalangan novelis, penyair, musisi untuk berkarya. Namun, romantisme hujan juga turut memanggil ahli biologi evolusi mempelajari bagaimana kehidupan berevolusi di bumi. Para ilmuwan keluar rumah untuk merekam, mendokumentasikan beragam suara dari berbagai jenis katak.

“Ini adalah petualangan indah, berjalan mengikuti panggilan suara katak, menunggu hujan berhenti, merekam musik mereka,” kata Vineeth Kumar.

Penemuan Spesies Katak Baru

Selama 15 tahun terakhir, lebih dari 150 spesies katak ditemukan di India. Setidaknya 100 spesies ditemukan di daerah Ghats Barat, situs warisan dunia UNESCO sekaligus hotspot keanekaragaman hayati dunia. Negara ini memiliki hampir 400 spesies amfibi. Peluang menemukan spesies baru selalu ada seperti penemuan katak bercakar afrika yang sekarang menjadi 29 jenis.

“Ahli biologi yang bekerja pada mamalia, burung menganggap tidak ada yang tersisa untuk ditemukan, tetapi ketika ke vertebrata kecil, orang tidak mensurvei pegunungan secara sistematis,” kata SP Vijayakumar. Vijaya Kumar bekerja di Pusat Ilmu Ekologi, Indian Institute of Science. Ia menulis makalah tentang katak semak dari Ghats Barat. Makalah tersebut telah dipublikasikan dalam Proceedings of Royal Society (Biological Sciences) pekan ini. Makalah ini menguji pengaruh geologi (pegunungan), ekologi dan iklim pada penyebaran spesies katak.

“Kita akan mendengar lebih banyak spesies dalam lima tahun ke depan. Pekerjaan 15 tahun terakhir akhinya menunjukkan hasil,” katanya.

Di Ghats, wilayah seluas 1.600 km yang menyebar di lima negara bagian, para ilmuwan menemukan paling banyak jenis amfibi di Agasthyamala, Valparai, Munnar, Wayanad, Silent Valley, Kudremukh di Kerala, Tamil Nadu, Karnataka. Sekitar 200 spesies katak ditemukan. Bagi ahli bilogi, menarik untuk mengetahui bagaimana tiap spesies berbeda.

“Kita cenderung berbicara banyak tentang konservasi keanekaragaman hayati di India. Tetapi, pada tingkat dasar kita kekurangan visi untuk memprioritaskan dokumentasi warisan alam di India. Semakin banyak kita bekerja, makin banyak kejutan datang,” kata SD Biju. Biju adalah profesor di Universitas Delhi. Minatnya terhadap katak muncul 25 tahun lalu saat ekspedisi pengumpulan tanaman di Ghats Barat.

“Saya sering tersandung katak dan terkejut oleh keragaman mencolok dalam warna, bentuk, ukuran dan perilaku,” katanya. Sejak saat itu, secara bertahap, ia mulai mencurahkan lebih banyak waktu untuk meneliti katak, menerbitkan temuan ke dalam jurnal. “Sejauh ini, saya telah secara resmi mendeskripsikan lebih dari 90 spesies baru, tujuh genera baru, dua keluarga baru amfibi,” katanya.

Dibalik penemuan spesies baru

Sama pentingnya dengan penemuan spesies baru, menggambarkan spesies baru tidak cukup, ungkap Kartik Shanker. Shanker adalah direktur di Ashoka Trust for Research in Ecology and Environment. Ia turut menulis makalah bersama Kumar.

“Itu seperti mengumpulkan titik-titik,” katanya. “Kami mungkin memiliki 30 atau 40 spesies baru dalam koleksi kami, tapi kami sama-sama tertarik pada apa yang menyebabkan keragaman. Itu dapat memberikan pengetahuan ekologi dan evolusi kelompok-kelompok kecil katak.”

Indikator Lingkungan Hidup

Katak sebagi indikator lingkungan hidup yang baik atau barometer kesehatan lingkungan karena habitat mereka kecil. Sementara populasi katak memiliki ancaman lebih besar dibandingkan spesies lain seperti Harimau yang tersebar luas. Ukuran mereka yang kecil, hanya sekitar 1 cm hingga 20 cm. Jika sesuatu terjadi pada habitatnya, mereka tidak bisa bergerak seperti makhluk besar lainnya. Mempelajari katak akan memberikan informasi tentang dampak perubahan iklim pada tingkat mikro.

katak sebagai indikator lingkungan perubahan iklim.
Mekanisme pertukaran gas karbon oleh katak. (Foto: brown.edu)

“Pemuliaan telambat atau telat, telur mengering, semua ini merupakan indikator perubahan mikro di habitat lokal,” jelas K V Gururaja. Gururaja adalah kepala ilmuwan di Gubbi Labs di Indian Institute of Science, telah mendeksripsikan 20 spesies baru.

“Makhluk kecil memberikan penunjuk yang lebih cepat dari pada menunggu gajah atau harimau menjauh. Anda dapat mengidentifikasi masalah sebelum menjadi begitu besar sehingga mempengaruhi mamalia atau hewan besar lainnya,” ungkap Gururaja.

Menemukan lebih banyak spesies juga menambah nilai bentang alam. Katak adalah spesies kuno, warisan zaman Jurassic, sekitar 265 juta tahun lampau. Sebagai perbandingan, harimau baru ditemukan sekitar dua juta tahun lalu. “Jadi, belajar katak dapat membantu memahami dunia di sekitar kita,” kata Vijayakumar.

Ia memberikan contoh Katak moncong babi ungu (Nasikabatrachus sahyadrensis), disekripsikan oleh Biju pada awal tahun 2000-an di Ghats Barat. “Kerabat kakak terdekatnya adalah di Seychelles, Italia” kata Vijayakumar. “Oleh karena itu, ia dapat memberitahu informasi tentang bagaimana cara daratan terpisah serta bagaimana spesies-spesies itu menyebar.”

Informasi tersebut dapat menggambarkan peranan katak sebagai indikator lingkungan hidup serta bagaimana perubahan kondisi lingkungan terjadi.

Antara tahun 1800 hingga 1900-an, terdapat beberapa penemuan amfibi, tetapi kemudian menurun untuk 50 – 60 tahun berikutnya. Seorang ilmuwan, C R Narayana Rao dari Bangalore Central College, menerbitkan sebuah makalah pada tahun 1937. Ia merinci 18 spesies baru. Banyak pula dari penjelajah era colonial telah mendokumentasikan berbagai spesies.

“Pasca Kemerdekaan, menekankan pada ilmu terapan serta industrialisasi, sehingga ilmu sejarah alam ditinggalkan,” kata Gururaja. “Terlebih, katak bukan spesies karismatik. Orang-orang biasanya jijik ketika melihat katak. ” lanjutnya.

Peranan teknologi

Teknologi, alat baru telah membantu pengidentifikasian katak lebih tepat. “Metode modern membantu kita menggabungkan genetika molekuler, ekologi, modeling, untuk mengidentifikasi spesies yang terlihat sama. Metode konvensional tidak bisa,” kata Shanker. “Kadang-kadang spesies terlihat mirip, tetapi suara, DNA mereka berbeda karena mereka sudah hidup di daerah puncak pegunungan yang berbeda bertahun-tahun. Mereka terisolasi sehingga mengalami evolusi secara berbeda.”

Memahami berbagai spesies katak, sebaran habitat, evolusinya akan memberikan kita pemahaman cepat tentang perubahan habitat seperti hutan, halaman, lingkungan sekitar. Karena itu, peranan katak sebagai indikator lingkungan hidup bukanlah gagasan abstrak. Katak sebagai indikator lingkungan adalah hal yang tepat, cepat untuk mengungkap berbagai misteri perubahan lingkungan seperti pemanasan global.

Summary
Katak Sebagai Indikator Lingkungan Hidup, Mengapa dan Bagaimana?
Article Name
Katak Sebagai Indikator Lingkungan Hidup, Mengapa dan Bagaimana?
Description
Katak sebagai indikator lingkungan hidup. Katak dapat memberitahu kondisi lebih lanjut tentang hutan dibandingkan harimau. Mempelajari katak memberikan petunjuk dampak perubahan iklim.
Author
Publisher Name
Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.