Pandji Pragiwaksono Dukung Kampanye Lingkungan Hidup CI Indonesia

kampanye lingkungan hidup CI Indonesia bersama Pandji Pragiwaksono

Kampanye lingkungan hidup CI Indonesia bersama Pandji Pragikwaksono menegaskan perlunya kesadaran dan tindakan tegas terhadap perilaku yang mengancam kelestarian satwa.

Pandji Pragiwaksono bersama Conservation International (CI) Indonesia mengadakan konferensi media pada hari Selasa, 16 Agustus 2016, bertempat di salah satu restoran di area Senayan, Jakarta Selatan, untuk berbagi informasi tentang kolaborasi dalam “Juru Bicara World Tour”. Kegiatan tersebut dikemas dalam standup comedy roadshow ke sejumlah negara dengan mengangkat topik-topik yang mengedukasi masyarakat, salah satunya tentang lingkungan khususnya keragaman satwa Indonesia.

Sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, keragaman satwa Indonesia harus dilestarikan. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan terdapat 12% spesies mamalia, 15% spesies amphibi dan reptil, 17% spesies burung, dan 37% spesies air tawar di Indonesia; belum terhitung dengan satwa lautnya, dimana Indonesia memiliki 6 dari 7 spesies penyu di dunia. Menurut IUCN, sebagaimana dilansir oleh Koran Sindo menunjukkan bahwa Indonesia memiliki 69 spesies dengan kategori kritis (critically endangered), 197 spesies terancam punah (endangered) dan 539 spesies rentan (vulnerable).

Terdapat ancaman yang besar terhadap kelestarian satwa di Indonesia, termasuk perdagangan satwa ilegal, perburuan liar, dan sebagainya. Pada tahun 2015 terdapat sekitar 5.000 kasus perdagangan satwa liar melalui media online, seperti diungkap Profauna.

Dr. Ir. Moh. Haryono, M.Si, dari Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati

“Dalam UU No. 5 Tahun 1990 sudah dijelaskan bahwa setiap orang tidak boleh menangkap dan meperjualbelikan satwa yang dilindungi. Sampai dengan hari ini, kami terus melakukan upaya perlindungan dan pelestarian satwa yang dilindungi dengan bekerja sama dengan berbagai pihak.“ ujar Dr. Ir. Moh. Haryono, M.Si, Kepala Sub-Direktorat Sumber Daya Genetik pada Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sebagai science based-organization, CI Indonesia berperan sebagai mitra pemerintah dan masyarakat mendukung pelestarian alam, termasuk memberikan rekomendasi pengelolaan kawasan konservasi maupun perlindungan satwa langka yang berbasis ilmiah.

“Dalam melakukan perencanaan program konservasi yang mendukung pengelolaan kawasan bernilai keragaman hayati tinggi baik di darat maupun di laut, CI selalu menggunakan hasil kajian ilmiah, data dan informasi yang faktual. Beberapa lokasi kerja kami merupakan kawasan dengan nilai keragaman hayati tinggi yang juga merupakan habitat aneka satwa langka seperti Harimau Sumatera, Tapir, Owa Jawa, Penyu, Pari Manta, dan Hiu Paus.” ungkap Iman Santoso, Senior Terrestrial Policy Advisor, CI Indonesia, sebagaimana siaran pers CI Indonesia yang diterima redaksi.

Iman Santoso. (Foto: CI Indonesia)

Populasi Owa Jawa yang tersebar di hutan-hutan di Jawa Barat dan sejumlah kecil di Jawa Tengah, diperkirakan mencapai 4.000 ekor yang masih tersisa di alam liar. Ancaman rusaknya habitat, perburuan dan perdagangan liar membuat populasi Owa Jawa kian terancam. Satwa-satwa dilindungi ini memiliki suatu nilai yang bermanfaat bagi manusia. Salah satu contoh, nilai ekonomis Pari Manta, hewan langka kategori ‘rentan’ dalam Daftar Spesies Terancam Punah International Union for Conservation of Nature (IUCN), bernilai sangat tinggi sekitar 1 juta dollar Amerika selama hidupnya sebagai aset pariwisata. Sedangkan, jika dibunuh dan diperdagangkan seluruh bagian tubuhnya hanya akan bernilai kurang dari 6 juta rupiah (457.49 dollar Amerika) per ekor.

Gerakan penyadaran publik tentang pentingnya menjaga, memelihara dan melestarikan alam dilakukan oleh CI Indonesia secara terus menerus. Salah satu pendekatan kampanye lingkungan hidup CI Indonesia adalah melalui kampanye Alam Berbicara. Pandji Pragiwaksono merupakan salah satu pendukung aktif dari kampanye ini, termasuk dengan berkolaborasi dalam kegiatan Juru Bicara World Tour. CI Indonesia menyediakan konten, dan Pandji menyampaikan pengeahuan kepada publik dengan model stand-up comedy.

“Masalah menurunnya jumlah hewan, termasuk dalam hal ini hewan langka di Indonesia membuat saya langsung menyetujui saat CI Indonesia mengajak saya untuk menjadi suara Hutan Tropis dari salah satu film untuk kampanye Alam Berbicara. Hal ini juga yang mendorong saya untuk tidak berhenti disitu. Saya berkolaborasi dengan CI Indonesia menjadi Juru Bicara dalam kegiatan tur keliling dunia menyampaikan pesan konservasi dalam bentuk komedi berbasis pendidikan.” Jelas Pandji Pragiwaksono terhadap kampanye lingkungan hidup CI Indonesia.

Iman dan Pandji berharap agar pesan yang disampaikan melalui bentuk komedi ini, bisa membangun kesadaran pentingnya menjaga kelestarian satwa di Indonesia, dan satwa di dunia pada umumnya. Pesan ini perlu diteruskan dan disampaikan ke setiap masyarakat dari segala kalangan dan generasi agar spesies langka tetap dapat hidup dan dilihat oleh generasi mendatang.

Pandji Pragikwaksono menjawab pertanyaan dalam konferensi pers. (Foto: CI Indonesia)

Juru Bicara World Tour

Pandji Pragiwaksono kembali membuat konser stand-up comedy dengan judul baru dan materi 100% baru. “JURU BICARA” adalah tajuk pertunjukan stand-up comedy Pandji berdurasi 1.5 jam di mana Pandji memposisikan diri sebagai juru bicara banyak pihak di Indonesia yang suara dan protesnya tidak terdengar seperti korban HAM, umat muslim Indonesia yang toleran, mereka yang protes terhadap sensor TV yang berlebihan, mereka yang gusar dengan kualitas pertelevisian akibat rating TV, bahkan termasuk satwa langka yang mulai punah di tanah air.

Pandji membawa pertunjukan JURU BICARA ini ke 24 kota di 5 benua dunia. Menjadikannya Tur Dunia Terbesar dalam sejarah Republik Indonesia. Shanghai, Beijing, Hannover, Leipzig, Berlin, Frankfurt, Munchen, Medan, Pretoria, Yogyakarta, Tokyo, Melbourne, Sydney, Los Angeles, San Francisco, Chicago, Philadelphia, Washington DC, Boston, Liverpool, Balikpapan, Surabaya, Makassar, dan penutupan dari Juru Bicara World tour akan diadakan di Jakarta pada tanggal 10 Desember 2016 dan tiket Pre Sale 1 akan mulai dijual pada tanggal 17 Agustus 2016, untuk lebih jelasnya dapat mengunjungi web jurubicara. Pandji tidak sendirian, di setiap kota akan selalu ada komika pembuka. Untuk kota kota dunia ada Arie Kriting, Babe Cabiita, Barry dan Yudha Khan. Untuk kota nasional ada Afif, Fajar Nugra, Indra Frimawan, Rahmet, Rigen.

Kampanye Alam Berbicara

Kampanye “Alam Berbicara” bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa alam perlu dijaga dan dilestarikan dalam rangka mengatasi perubahan iklim. Kampanye Alam Berbicara menggunakan empat film tentang alam. Film ini menekankan bahwa “Alam Tidak Butuh Manusia. Manusia Butuh Alam Untuk Hidup.”

Kampanye ini dimulai di kantor pusat CI dengan judul “Nature is Speaking” melalui dua belas film yang memberi suara kepada alam. Uniknya, suaranya adalah bintang-bintang kelas atas Hollywood. Mereka mendonasikan waktu dan keahlian mereka sebagai suara alam.

Indonesia adalah salah satu negara, dengan dukungan tokoh publik, yang menarasikan film ini dalam bahasa Indonesia. Empat film disuarakan oleh pesohor-pesohor Indonesia, Christine Hakim, Lukman Sardi, Pandji Pragiwaksono dan Najwa Shihab. Mereka berperan sebagai Ibu Pertiwi, Samudra, Hutan, dan Air. Tidak hanya itu, mereka juga memberikan perspektif mereka tentang kondisi alam saat ini dan bagaimana kita bisa mengubahnya melalui testimonial mereka pada video Behind the Scene Alam Berbicara. Kampanye Alam Berbicara sendiri merupakan bagian dari kampanye lingkungan hidup CI Indonesia.

Summary
Pandji Pragiwaksono Dukung Kampanye Lingkungan Hidup CI Indonesia
Article Name
Pandji Pragiwaksono Dukung Kampanye Lingkungan Hidup CI Indonesia
Description
Kampanye lingkungan hidup CI Indonesia bersama Pandji Pragikwaksono menegaskan perlunya kesadaran dan tindakan tegas terhadap perilaku yang mengancam kelestarian satwa.
Author
Publisher Name
BumiKita
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.