Kalpataru Tahun 2016 Diperebutkan Sekitar 120 Nominator

piala kalpataru tahun 2016
piala kalpataru

Kalpataru tahun 2016 diperebutkan oleh sekitar 120 usulan nominator yang diterima oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari seluruh provinsi di Indonesia. Demikian berdasarkan blog kalpataru 2016 yang dirilis oleh KLHK. Kalpataru adalah penghargaan lingkungan hidup paling tinggi dan bergengsi di Indonesia.

Dari jumlah tersebut akan disaring menjadi sekitar 20 nominator untuk diverifikasi ke lapangan oleh panitia penghargaan. Kemudian, dari 20 nominator akan dilipih beberapa fihak – individu, kelompok, organisasi – oleh dewan juri/panitia yang menjadi penerima penghargaan kalpataru tahun 2016.

Sebelum sampai ke tingkat kementerian, para calon harus diverifikasi terlebih dahulu oleh Badan Lingkungan Hidup tingkat Kabupaten. Setelah lolos, kabupaten akan memilih calon yang layak untuk diusulkan ke tingkat  provinsi. Kemudian, tim dari provinsi melakukan verifikasi lapangan. Setelah itu, tim provinsi akan memilih calon yang diusulkan ke tingkat nasional/kementerian. Kementerian akan memilih calon yang layak menjadi nominator untuk dilakukan verifikasi lapangan oleh tim/panitia dari KLHK. Setelah itu, dari sekian nominator akan dipilih oleh dewan juri untuk menjadi penerima penghargaan kalpataru tahun 2016.

Para nominator penerima kalpataru tahun 2016 memiliki berbagai latar belakang pekerjaan dan kegiatan. Ada yang pegawai negeri sipil, peneliti, pegawai swasta, petani, aktifis LSM. Sedangkan kalau melihat latar belakang kegiatan yang dillakukan ada yang melakukan kegiatan kesehatan lingkungan, advokasi kawasan, penghijauan, konservasi satwa liar spesies kura-kura terancam punah, dan lain-lain. Meskipun memiliki berbagai latar belakang kegiatan, tetapi para usulan/nominator penerima kalpataru tahun 2016 memiliki kesamaan yaitu memperbaiki kerusakan lingkungan.

Dewan Juri Kalpataru Tahun 2016

Dewan juri penghargaan kalpataru tahun 2016 merupakan kumpulan ahli dari berbagai latar belakang. Untuk kalpataru tahun 2016 – 2017 sendiri, dewan juri terdiri dari sebelas orang yang memiliki latar belakang keilmuan, pengalaman. Misalnya saja Prof.DR Alikodra yang terkenal sebagai peneliti pengelolaan satwa liar, DR. Imam B. Prasodjo yang dikenal sebagai sosiolog, Nabiel Makarim dikenal sebagai praktisi dan mantan menteri lingkungan hidup. Susunan lengkap dewan juri kalpataru 2016 – 2017 dapat dilihat pada blog kalpataru2016.

Hingga saat ini belum diketahui berapa orang/kelompok yang akan dipilih oleh dewan juri untuk menerima penghargaan kalpataru tahun 2016. Menurut rencana, penyerahan piala kalpataru tahun 2016 akan dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia di Kabupaten Siak bersamaan dengan peringatan puncak Hari Lingkungan Hidup Nasional pada tanggal 27 Juli mendatang di Siak, Riau.

Sejak diberikan pertama kali pada tahun 1980, hingga tahun 2015, penghargaan kalpataru telah diberikan kepada 337 orang atau kelompok. Penerima tersebut terdiri dari 4 kategori, yaitu Perintis Lingkungan sebanyak 100 penerima, Pengabdi Lingkungan sebanyak 82 penerima, Penyelamat Lingkungan sebanyak 102, Pembina Lingkungan sebanyak 53 penerima.

pohon kalpataru tahun 2016
Pohon Kalpataru (Foto: chillography.net)

Kategori Kalpataru

Kalpataru adalah penghargaan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada seseorang atau kelompok masyarakat yang diniliai berjasa dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Penghargaan kalpataru sendiri diberikan oleh pemerintah ke dalam empat kategori penerima, yaitu:

  1. Kalpataru kategori Pembina Lingkungan, diberikan kepada pejabat, pengusaha, peneliti, atau tokoh masyarakat yang berhasil dan punya prakarsa untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan memebri pengaruh untuk membangkitkan kesadaran lingkungan serta peran masyarakat guna melestarikan fungsi lingkungan hidup, dan atau berhasil menemukan teknologi baru yang ramah lingkungan, seperti pejabat, pendidik, budayawan, seniman, wartawan, peneliti, pengusaha, manager, tokoh LSM, agama, dan lain-lain.
  2. Kalpataru kategori Penyelamat Lingkungan, diberikan kepada kelompok masyarakat, baik informal – kelompok masyarakat adat, kelompok tani, kelompok masyarakat desa, komunitas adat, rukun warga, paguyuban, karangtaruna, dan lainnya – maupun formal – lembaga swadaya masyarakat, badan usaha, lembaga penelitian, lembaga pendidikan, koperasi, asosiasi profesi, organisasi kepemudaan, dan lain-lain – yang berhasil melakukan upaya-upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup atau pencegahan kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup.
  3. Kalpataru kategori Perintis Lingkungan diberikan kepada warga masyarakat, bukan pegawai neger, bukan pula tokoh dari organisasi formal yang berhasil merintis pengembangan dan melestarikan fungsi lingkungan hidup secara menonjol luar biasa. Kegiatan merupakan kegiatan baru sama sekali bagi daerah atau kawasan yang bersangkutan.
  4. Kalpataru kategori Pengabdi Lingkungan diberikan kepada petugas lapangan – Penyuluh Lapangan Penghijauan, Petugas Penyuluh Lapangan, Petugas Lapangan Kesehatan, Jagawana, Penjaga Pintu Air, dan lainnya – dan atau pegawai negeri – termasuk PNS, TNI, Polri, PPLH, PPNS, guru – yang mengabdikan diri dalam usaha pelestarian fungsi lingkungan hidup yang jauh melampaui kewajiban dan tugas pokoknya serta berlangsung cukup lama.
Summary
Kalpataru Tahun 2016 Diperebutkan Sekitar 120 Nominator
Article Name
Kalpataru Tahun 2016 Diperebutkan Sekitar 120 Nominator
Description
Kalpataru tahun 2016 diperebutkan oleh sekitar 120 usulan nominator yang diterima oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari seluruh provinsi di Indonesia.
Author
Publisher Name
Blog Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.