Daftar Jenis Kura-kura Indonesia Secara Lengkap

jenis kura-kura indonesia emydura subglobosa. (Foto: pinimg.com)

Kura-kura Indonesia terdiri dari 29 spesies dimana jika memasukkan kategori subspesies, maka akan terdapat 33 jenis kura-kura Indonesia (Rhodin et all, 2014). Berikut adalah daftar jenis kura-kura Indonesia beserta gambaran singkat untuk masing-masing jenis meliputi tahun penemuan (deskripsi), ilmuwan yang menemukan (mendeskripsikan),  daerah sebaran asli, nama latin (ilmiah), tiap jenis kura-kura, gambar untuk memudahkan identifikasi. Pada kesempatan lain, redaksi akan berusaha mendeskripsikan setiap jenis kura-kura ini dengan lebih detail.

Daftar seluruh jenis kura-kura Indonesia:

1. Tuntong sungai (Batagur affinis), dideskripsikan oleh Cantor tahun 1847. Tuntong sungai adalah salah satu jenis dari kura-kura sungai. Terdiri dari dua subspesies yaitu B.a.affinis dan B.a.edwardmolii. Subspesies pertama tersebar di pantai barat Malaysia dan Indonesia. Jenis kura-kura Indonesia yang satu ini hanya tersebar di Sumatera. Sedangkan subspesies kedua di pantai timur Malaysia, Thailand dan Kalimantan.

Batagur affinis. (Foto: EH Chan)

2. Tuntong laut (Batagur borneoensis) dideskripsikan oleh Schlegel dan Muller pada tahun 1845. Jenis kura-kura Indonesia yang satu ini tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Hidup di perairan hutan bakau, muara. Pada musim bertelur, betina akan bertelur di pantai tepi laut seperti penyu. Baca artikel pelepasan tukik penyu hijau.

Batagur borneoensis. (Foto: satucitafoundation.org)

3. Kura-kura sawah Cuora amboinensis dideskripsikan oleh Daudin pada tahun 1801. Jenis kura-kura Indonesia spesies ini terbagi ke dalam tiga subspesies yaitu C.a.amboinensis tersebar di Maluku dan Sulawesi, kemudian C.a.couro yang dideskripsikan oleh schweigger pada tahun 1812 yang tersebar di Jawa, paparan Sunda, Sumatera dan Timor. Terakhir adalah subspesies C.a.kamorama yang dideskripsikan oleh Rummler dan Fritz pada tahun 1991, tersebar di pulau Kalimantan.

Cuora amboinensis. (Foto: satucitafoundation)

4. Kura-kura daun (Cyclemys dentata). Jenis kura-kura Indonesia ini dideskripsikan pertama kali oleh Gray pada tahun 1831. Jenis satwa liar ini tersebar di Kalimantan, Sumatera dan Jawa.

Cyclemys dentata. (Foto: Ronaldzimmermann)

5. Kura-kura daun enigmatika (Cyclemys enigmatica). Pertama kali dideskripsikan oleh  Fritz, Guicking, Auer, Sommer, Wink dan Hundsdorfer pada tahun 2008). Tersebar di Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Cyclemys enigmatica. (Foto: ecologyasia)

6. Kura-kura matahari (Heosemys spinosa). Kura-kura jenis ini dideskripsikan pertama kali oleh Gray pada tahun 1830. Spesies unik dan langka ini tersebar di Sumatra dan kalimantan. Jenis kura-kura Indonesia yang satu ini menghadapi tekanan berat akibat perburuan untuk satwa peliharaan (pet).

Heosemys spinosa. (Foto: satucitafoundation)

7. Bajuku (Orlitia borneensis). Jenis kura-kura yang cukup besar ini tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Pertama kali dideskripsikan oleh Gray pada tahun 1873.

Orlitia borneensis. (Foto: globalspecies.org)

8. Kura-kura tempurung datar (Notochelys platynota) pertama kali dideskripsikan oleh Gray pada tahun 1834. Satwa liar unik ini tersebar di Jawa, Kalimantan dan Sumatera.

Notochelys platinota. (Foto: ecologyasia.com)

9. Kura-kura pipih putih (Siebenrockiella crassicolis). Satwa liar ini tersebar di Jawa, Kalimantan dan Sumatera. Pertama kali dideskripsikan oleh Gray pada tahun 1830.

Siebenrockiella crassicolis. (Foto: inaturalist.com)

10. Baning hutan (Manouria emys). Kura-kura hutan ini memiliki dua subspesies yaitu M.e.emys – dideskripsikan oleh Schlegel dan Muller pada tahun 1840 –  dan M.e.phayrei. Jenis kura-kura Indonesia adalah M.e.emys yang tersebar di Kalimanttan, Sumatera. Sedangkan M.e.phayrei tersebar di Myanmar, Thailand.

Manouria emys emys. (Foto: jokoguntoro)

11. Bulus (Amyda cartilaginea). Kura-kura bertempurung lunak ini dideskripsikan oleh Boddaert pada tahun 1770. Spesies ini tersebar di Jawa, Kalimantan dan Sumatera. Banyak diburu untuk memenuhi permintaan pasar konsumsi.

Amyda cartilaginea. (Foto: britishchelonia.org.uk)

12. Labi-labi bintang (Chitra chitra). Jenis kura-kura Indonesia bertempurung lunak ini terbagi ke dalam dua subspesies yaitu C.c.chitra dan C.c.javanensis. Chitra chitra chitra dideskripsikan oleh Nuthapand pada tahun 1986, tersebar di Jawa dan Sumatera. Sedangkan C.c.javanensis pertama kali dideskripsikan oleh McCord and Pritchard pada tahun 2003 dan dapat ditemukan di Jawa.

Chitra chitra. (Foto: flickr.com)

13. Labi-labi hutan (Dogania subplana) dideskripsikan oleh Geoffroy Saint-Hilaire pada tahun 1809. Tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan.

Dogania subplana. (Foto: satucitafoundation.org)

14. Labi-labi raksasa Cantor (Pelochelys cantorii). Dideskripsikan oleh Gray pada tahun 1864. Tersebar di Jawa, Kalimantan, Sumatera. Kura-kura ini di ambang kepunahan akibat tekanan perburuan untuk konsumsi.

Pelochelys cantorii. (Foto: photomonde.fr)

Kura-kura Indonesia Yang Endemik

Selain memiliki berbagai jenis kura-kura yang tersebar nyaris merata di Indonesia bagian barat, Indonesia juga memiliki berbagai jenis kura-kura yang wilayah distribusinya sangat terbatas atau dikenal sebagai endemik. Seluruh jenis kura-kura Indonesia yang endemik ini tersebar terbatas, dalam wilayah-wilayah kecil, di bagian tengah dan timur, terutama Sulawesi, Papua dan Nusa Tenggara Timur.

Berikut adalah jenis kura-kura endemik Indonesia:

15. Kura-kura hutan Sulawaesi (Leucocephalon yuwonoi). Jenis kura-kura ini merupakan endemik alias hanya dapat ditemukan di Sulawesi. Dideskripsikan oleh McCord, Iverson, Boeadi pada tahun 1995.

Leucocephalon yuwonoi. (Foto: photoshelter.com)

16. Baning emas Sulawesi (Indotestudo forstenii). Kura-kura Indonesia ini adalah kura-kura endemik Sulawesi. Pertama kali dideskripsikan oleh Schlegel and Muller pada tahun 1845.

Indotestudo forsteni. (Foto: yimg.com)

17. Kura-kura moncong babi (Carettochelys insculpta). Dideskripskan oleh Ramsay pada tahun 1886. Mungkin ini adalah jenis kura-kura Indonesia yang paling banyak diselundupkan demi memenuhi pasar satwa peliharaan di dalam dan luar negeri. Distribusi spesies unik nan lucu ini hanya dapat ditemukan di Papua.

Carettochelys insculpta. (Foto: biolib.cz)

18. Labi-labi raksasa Papua Nugini (Pelochelys bibroni). Dideskripsikan oleh Ouwen pada tahun 1853. Jenis kura-kura Indonesia ini hanya dapat ditemukan di Papua.

Pelochelys bibroni. (Foto: arkive.org)

19. Labilabi papua nugini utara (Pelochelys siginifera). Dideskripsikan oleh Webb pada tahun 2003 dengan menguji spesimen yang ada di laboratorium. Di Indonesia dapat ditemukan di Papua bagian utara.

Pelochelys signifera. (Foto: webb)

20. Kura-kura leher ular Gunalen (Chelodina gunaleni). Wilayah distribusinya hanya terbatas di Papua. Dideskripsikan oleh McCord dan Joseph-Ouni pada tahun 2007.

Chelodina gunaleni.

21. Kura-kura leher ular Pulau Rote (Chelodina mccordi). Jenis kura-kura Indonesia yang memiliki leher menyerupai ular ini terbagi ke dalam tiga subspesies yaitu C.m.mccordi yang hanya dapat ditemukan di Pulau Rote bagian utara, dideskripsikan oleh Rhodin pada tahun 1994. Kemudian, subspesies C.m. roteensis yang ada di Pulau Rote bagian selatan. Terakhir adalah subspesies C.m.timorensis yang ada di Timor Leste, dideskripsikan oleh McCord dan Joseph-Ouni pada tahun 2007.

Chelodina mccordi. (Foto: photobucket.com)

22. Kura-kura leher ular Papua Nugini (Chelodina novaeguineae). Dideskrisikan oleh Boulenger pada tahun 1888. Walaupun namanya seolah-olah ia dari Papua Nugini, namun kura-kura leher ini dapat ditemukan di Papua bagian selatan. Oleh karena itu, jenis kura-kura Indonesia ini sangat terbatas wilayah distribusinya.

Chelodina novaeguineae. (Foto: testudines.org)

23. Kura-kura leher ular Reimani (Chelodina reimanni) Dideskripskan oleh Philippen dan Grossmann pada tahun 1990. WIlayah distribusi terbatas hanya di Papua.

Chelodina reimanni. (Foto: testudines.org)

24. Kura-kura leher ular Parker (Chelodina parkeri). Dideskripsikan oleh Rhodin dan Mittermeier 1976. Di wilayah Indonesia, distribusi spesies ini terbatas hanya di Papua.

Chelodina parkeri. (Foto: zooinstitutes.com)

25. Kura-kura leher ular utara (Chelodina oblonga). Dideskripsikan oleh pada tahun Gray 1841. Jenis kura-kura Indonesia yang unik dan langka ini hanya dapat ditemukan di Papua bagian utara. Oleh karena itu namanya berasal.

Chelodina oblonga. (Foto: biolib.cz)

26. Kura-kura dada putih (Elseya banderhorstii). Dideskripsikan oleh Ouwens pada tahun 1914. Wilayah distribusinya hanya terdapat di Papua di wilayah Indonesia.

Elseya banderhorstii. (Foto: zoochat.com)

27. Jenis kura-kura Indonesia spesies Elseya novaeguineae, di Indonesia hanya ditemukan di Papua, walau di luar Indonesia dapat ditemukan di Papua Nugini. Dideskripsikan oleh Meyer pada tahun 1874.

Elseya novaeguineae. (Foto: biolib.cz)

28. Jenis kura-kura indonesia spesies Elseya schultzei, di Indonesia hanya dapat ditemukan di Papua. Dideskripsikan oleh Vogt pada tahun 1911.

Elseya schultzei. (Foto: flickr)

29. Kura-kura dada merah (Emydura subglobosa). Tersebar di Papua. Pertama kali dideskripsikan oleh Krefft pada tahun 1876.

jenis kura-kura indonesia emydura subglobosa. (Foto: pinimg.com)

Demikianlah berbagai jenis kura-kura Indonesia yang sampai saat ini teridentifikasi dan diakui oleh penelitian ilmiah. Spesies-spesies tersebut adalah kekayaan keanekaragaman hayati satwa liar asli Indonesia. Walaupun saat ini beberapa spesies kura-kura lain dapat ditemukan di sungai-sungai atau parit-parit di berbagai penjuru, seperti Labi-labi China (Pelodiscus sinensis) atau Kura-kura brazil (Trachemys scripta elegans), namun spesies-spesis ini bukanlah asli Indonesia. Tetapi, spesies luar yang diimpor untuk memenuhi pasar pet, kemudian dilepas oleh para pemilik yang tidak bertanggung jawab ke alam Indonesia. Di negara-negara Eropa, kedua spesies ini sudah dilarang untuk diimpor atau dilepas ke alam karena bersifat invasif dan dapat merusak ekosistem asli setempat.

Dengan mengetahui berbagai jenis kura-kura Indonesia, semoga kita dapat menjaga kekayaan alam Indonesia agar tidak termasuk menjadi hewan punah, juga karena berbagai spesies satwa liar dari keluarga Chelonia tersebut memiliki peran dan manfaat bagi terciptanya jasa lingkungan, keseimbangan ekosistem serta kehidupan manusia.

Summary
Article Name
Daftar Jenis Kura-kura Indonesia Secara Lengkap
Description
Kura-kura Indonesia terdiri dari 29 spesies dimana jika memasukkan kategori subspesies, maka akan terdapat 33 jenis kura-kura Indonesia
Author
Publisher Name
Blog Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 108 Articles
Editor Lingkungan Hidup

34 Comments

  1. kata orang bijak, copy paste dan cara instan itu tidak baik dan menumpulkan kreatifitas. mungkin bisa diambil bagian penting dari artikel ini kemudian mbak/mas kembangkan. terima kasih atas kunjungannya.

  2. Aku punya kura-kura no. 3 (sawa cuora)
    ditemukan suamiku di jalan.
    tapi aku bingung, gimana cara ngerawatnya
    trus mau di apakan dia ??
    bantuin yahhh.

  3. Aku punya kura-kura no.8 (kura-kura tempurung datar),, dditemukan sama abangku dijalan, trus dibawa kerumah, tapi lagi kebingungan cara meliharanya min

  4. terima kasih masukannya. nanti mungkin kamu tulis artikel khusus makanan kura-kura di alam.

  5. ada mas, itu pun bukan terbitan terbaru. penelitian kura-kura indonesia memang masih tertinggal.

  6. Mas mba yg sekiranya bingung merawat kura2, saya terima perawatannya tanpa di jual belikan, karena kami sedang ternak hewan2, salah satunya kura2, untuk edukasi

  7. Nomor 1 sma nmor 3 aku punya
    Nomor 1 ada 3 nomor 3 ada 1
    Udh hampir 5 tahun di pelihara kok dk besar” Ya solusi nya dong padahal makan terus nonstop

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Jenis Hewan Langka di Indonesia Yang Diambang Kepunahan!
  2. Jenis Kura-kura Sungai Yang Ada di Indonesia - Lingkungan Hidup BumiKita
  3. Kura-kura Leher Ular Pulau Rote Telah Punah di Alam? - Lingkungan Hidup BumiKita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.