Hutan Indonesia Penghasil Emisi Karbon Tertinggi?

hutan indonesia
Penggundulan hutan di Indonesia, sebuah ilustrasi. (Sumber: http://mediad.publicbroadcasting.net/p/shared/npr/201308/187317149.jpg)

Hutan Indonesia, hutan terluas di dunia, tetapi penghasil emisi karbon tertinggi, sungguh ironi. Demikian kira-kira kesan Presiden Jokowi ketika memberikan kata sambutan dalam peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia di Taman Hutan Rakyat, Kalimantan Selatan, Kamis (26/11/2015), seperti dilansir Kompas. Benarkah?

Untuk menjawab hal tersebut, beberapa hal harus dilihat. Sektor apa saja yang menyumbangkan emisi gas karbon Indonesia? Benarkah Indonesia memiliki hutan terluas di dunia atau bagaimana kondisi rill hutan Indonesia?.

Emisi Hutan Indonesia

Kebakaran hutan yang melanda hutan Indonesia, terutama Sumatera dan Kalimantan, telah menyebabkan Indonesia menjadi penyumbang emisi gas karbon terbesar di dunia pada tahun 2015, melampaui emisi yang dihasilkan Jerman dan Amerika Serikat dalam setahun. Sejak awal September, Indonesia menghasilkan emisi karbon 15-20 juta ton per hari, atau lebih dari Amerika yang mencapai 14 juta ton per hari. Demikian temuan peneliti dari Universitas Amsterdam, Guido van Der Werf, seperti dilansir oleh Coconuts.

Sedangkan dalam kondisi normal, bussiness as usual, dalam arti tanpa ada kebakaran hutan dan tidak ada tindakan drastis untuk merubah pola pengelolaan, tingkat pencemaran emisi gas rumah kaca Indonesia meningkat. Menurut perkiraan Indonesia GHG Abatement Cost Curve, emisi Indonesia pada tahun 2020 dapat mencapai 2.530 juta ton CO2 dimana sekitar 890 juta ton berasal dari sektor gambut (pembukaan lahan gambut).

Tingkat pencemaran emisi karbon indonesia.

Tidak jauh berbeda adalah hasil perhitungan oleh Badan Pengelola REDD dimana diperkirakan emisi Indonesia akan mencapai 2.950 juta ton pada tahun 2020 dimana lebih dari 60 persen dihasilkan akibat pengalihan hutan dan gambut. Sektor penghasil emisi karbon terbesar kedua adalah dari sektor energi dan transportasi, kemudian sampah.

Tingkat pencemaran emisi gas rumah kaca indonesia. (Sumber: BP REDD)

Tingkat Kehilangan Hutan

Untuk menggambarkan kondisi riil kerusakan hutan indonesia, perlu melihat bagaimana fenomena deforestasi atau penggundulan hutan Indonesia. Menurut (FAO 1990; World Bank 1990), deforestasi adalah hilangnya tutupan hutan secara permanen ataupun sementara. Sederhananya, deforestasi merupakan istilah untuk menyebutkan perubahan tutupan suatu wilayah dari berhutan menjadi tidak berhutan, dari wilayah yang sebelumnya berpenutupan tajuk berupa hutan (vegetasi pohon dengan kerapatan tertentu) menjadi bukan hutan (bukan vegetasi pohon atau bahkan tidak bervegetasi).

Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi hutan Indonesia memang mengalami tekanan yang sangat hebat. Tingkat penggundulan hutan Indonesia mencapai lebih dari 1 juta hektar per tahun, dimana sekitar 30-40 persen terjadi di hutan primer (lihat gambar berikut). Hilangnya hutan Indonesia ini disebabkan oleh tekanan untuk pengembangan perkebunan dan pertanian.

Tingkat kehilangan tutupan hutan Indonesia. (sumber: WRI)

Menurut data yang dilansir oleh Antara, dalam tiga dekade terakhir, laju deforestasi atau penggundulan hutan Indonesia mencapai ratusan ribu hektar per tahun. Menurut data Forest Watch Indonesia, sebagaimana dikutip dari Antara, dekade 1980-1990-an, lajut kerusakan hutan di Indonesia mencapai dua juta hektar per tahun, sedangkan untuk tahun 2000 hingga tahun 2009 mencapai 1,5 juta hektar per tahun. Dari tahun 2009 hingga 2013 mencapai 1,1 juta hektar per tahun. Ini sama dengan tiga kali luas lapangan bola setiap menit.

Hilangnya hutan Indonesia tidak hanya mengakibatkan berbagai satwa liar kehilangan habitat, tetapi akan berdampak pada manusia seperti perubahan iklim yang mengakibatkan pertanian mengalami resiko gagal panen, kehilangan sumber daya air, kehilangan sumber daya obat-obatan, pangan dan lain-lain. Pada akhirnya berdampak pada ketahanan dan kemandirian nasional.

Kerusakan hutan dunia

Secara global, menurut laporan WWF Living Forest Report sebagaimana dilansir oleh BBC, sekitar 170 juta hutan akan hilang sepanjang tahun 2010 hingga 2030 jika tidak dilakukan pencegahan serius. Pembukaan hutan terutama disebabkan oleh pemenuhan lahan untuk sektor pertanian dan perkebunan seperti pembukaan perkebunan kelapa sawit dan kedelai, ilegal logging.

Dalam laporan tersebut, WWF memperkirakan sedikitnya lima juta hektar hutan dunia terancam hilang pada tahun 2030, dengan tutupan hutan di kawasan Kalimantan – termasuk di wilayah Indonesia, Malaysia dan Burnei – hanya akan tersisa kurang dari seperempat pada tahun 2020 dibanding luas saat ini jika terjadi pembiaran penggundulan hutan. Sementara hutan di Papua Nugini dan Papua akan kehilangan sampai tujuh juta hektar jika rencana pembangunan pertanian skala besar terwujud.

Summary
Hutan Indonesia Penghasil Emisi Karbon Tertinggi?
Article Name
Hutan Indonesia Penghasil Emisi Karbon Tertinggi?
Description
Hutan Indonesia yang merupakan hutan terluas di dunia. Namun, Indonesia merupakan penghasil emisi karbon tertinggi. Bagaimana ini terjadi?
Author
Publisher Name
Blog Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

2 Comments

  1. saya kira demikian juga mas karena menurut info yang beredar, banyak perusahaan yang mengkonversi hutan untuk dijadikan perkebunan, pemilik modalnya pihak asing. namun, saya masih mencari data yang valid untuk bisa ditulis. terima kasih sudah berkunjung ya. salam lestari.

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Manfaat Hutan Bakau: Menyediakan Sumber Obat-obatan
  2. Restorasi Ekosistem Gambut Harus Berbasis Ekologis Ekonomis - Lingkungan Hidup BumiKita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.