Gunung Gede Pangrango dan Manfaatnya Bagi Tiga Provinsi

gunung gede pangrango
Jasa lingkungan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Gunung Gede Pangrango memiliki peran vital bagi masyarakat tiga provinsi di Jawa bagian barat. TNG Gede Pangrango menyediakan 19,1 juta liter air per detik bagi 30 juta orang. Masyarakat Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta sangat bergantung kepada taman nasional ini.

Menjaga Gunung Gede Pangrango (TNGGP) berarti menjaga sumber kehidupan penduduk di tiga provinsi. Oleh karena itu, menjaga kelestarian lingkungan hidup hutan TNGGP menjadi wajib hukumnya bagi masyarakat ketiga provinsi tersebut. Demikian kesimpulan dari kegiatan diskusi bersama media yang dilakukan oleh CI Indonesia dan Balai Besar TNGGP pada 23 November 2016 lalu. Diskusi mengambil tema “Mengenal Ekologi Hutan Tersisa di Pulau Jawa, Sumber Kehidupan bagi Lebih dari 30 Juta Orang”.

Manfaat Gunung Gede Pangrango

Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) atau disebut sebagai Gedepahala, merupakan kawasan hutan penting bagi kehidupan masyarakat di Jawa Barat dan sekitarnya, termasuk Ibukota Negara DKI Jakarta. Kawasan ini merupakan hulu dari empat DAS yaitu DAS Citarum, Cimandiri, Cisadane, dan Ciliwung. Air dari kedua DAS yang mengalir ke tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta, yang menjadi tumpuan ketersediaan air berkualitas bagi masyarakat dan sektor industri.

Gunung Gede Pangrango, sebagai taman nasional, telah ditetapkan sebagai World Network of Biosphere Reserves (WNBR) oleh UNESCO. Ia merupakan kawasan untuk mendemonstrasikan hubungan yang seimbang antara manusia dan alam. Lokasi TNGGP hanya berjarak sekitar 80 km dari Ibukota Negara. Ia juga merupakan bagian dari daerah aliran sungai yang menyaring dan menyediakan air bersih bagi masyarakat di Bogor, Sukabumi, Cianjur, Depok, Jakarta dan sekitarnya.

Taman Nasional ini merupakan habitat sejumlah spesies endemik termasuk Owa Jawa, Macan tutul jawa, Elang Jawa, Surili dan Kukang jawa. Taman nasional ini juga berperan menjaga dampak perubahan iklim, mencegah banjir, dan longsor.

Kepala Balai Besar TNGGP, Ir. Suyatno Sukandar M.Sc, menyampaikan data potensi sumber mata air di kawasan TNGGP pada tahun 2015. Menurutnya, terdapat sekitar 94 titik dengan jumlah debet air yang dihasilkan sekitar 594,6 miliar liter per tahun. Jumlah ini setara dengan 19,1 juta liter per detik.

Air tersebut mengalir dan dimanfaatkan oleh seluruh kabupaten di sekitarnya, yang mencapai sekitar 30 juta orang. Akan tetapi masih ada 2.000 hektar kawasan di dalamnya yang perlu direstorasi, khususnya di area perluasan TNGGP ujarnya. Ia menambahkan bahwa upaya restorasi kawasan tersebut merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, dan kemitraan merupakan kunci penting keberhasilan restorasi dan pelestarian ekosistem Taman Nasional.

“Kami masih perlukan dukungan dan kesadaran banyak pihak untuk mendukung pelestarian kawasan hutan penting ini,” ungkapnya.

Peranan CI Indonesia

CI Indonesia merupakan salah satu mitra Balai Besar TNGGP telah mendukung program restorasi ekosistem di taman nasional sejak tahun 2008, dengan dukungan dari Daikin Industries. Hingga kini, khususnya di TNGGP, telah ditanam 120.000 pohon pada lahan seluas 300 hektar yang diperkirakan menyediakan 3,15 juta m3 air per tahun. Untuk mempercepat upaya restorasi, program Adopsi Pohon juga diinisiasi pada tahun yang sama, dan kini telah merestorasi 200 hektar kawasan dengan dukungan dari 30 mitra termasuk sektor swasta, institusi pendidikan, dan LSM.

Anton Ario, West Java Program Manager CI Indonesia menyatakan bahwa edukasi penyadartahuan dan pelibatan masyarakat merupakan komponen pendukung upaya restorasi yang dilakukan.

“Melihat pentingnya edukasi, bersama mitra kami mengembangkan Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol pada tahun 1998. Ini untuk memperkenalkan keunikan hutan hujan tropis kepada siswa dan masyarakat melalui program edukasi, ekowisata dan penelitian. Program-program di PPKAB tersebut telah diperkenalkan kepada lebih dari 50.000 siswa sejak tahun 1998,” demikian ungkap Anton.

Program ini juga didukung kegiatan mobile konservasi yang diinisiasi tahun 2003. Kegiatan memiliki sasaran menjangkau siswa tingkatan SD, SMP hingga SMA dan masyarakat di pelosok wilayah sekitar kawasan konservasi.

Anton menyebutkan bahwa ada sejumlah inisiatif dan kegiatan konservasi terintegrasi yang mendukung upaya restorasi TNGGP. Inisiatif tersebut antara lain pendidikan dan penyadartahuan masyarakat, pemberdayaan masyarakat termasuk pengembangan koperasi desa, penyediaan fasilitas air bersih dan energi listrik tenaga air pikohidro,. Penyelamatan spesies penting seperti Owa Jawa dan macan tutul jawa jugat turut menjadi bagian inisiatif. Semuanya ada dalam satu payung program West Java Landscapes yang dilaksanakan oleh CI Indonesia bersama mitra.

Restorasi Hutan Konservasi Guntur Papandayan

Kini, CI Indonesia bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSA) Jawa Barat tengah mereplikasi program restorasi dan penguatan kelola konservasi hutan ini pada Kesatuan Pengelola Hutan Konservasi (KPHK) Guntur Papandayan di Garut. Program ini akan merestorasi 100 hektar kawasan di dalam dan diluar kawasan, pemberdayaan masyarakat, edukasi dan penyadartahuan masyarakat dan konservasi spesies terancam punah.

Program ini diharapkan dapat menjadi model untuk mendorong restorasi lebih dari 5.000 ha kawasan terdegradasi di sekitar KPHK Guntur Papandayan. Penyelamatan kawasan hutan yang terdegradasi tersebut akan berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya, tak hanya sebagai penyedia air namun juga mencegah banjir dan longsor, yang tentunya diperlukan dukungan banyak pihak.

Summary
Gunung Gede Pangrango dan Manfaatnya Bagi Tiga Provinsi
Article Name
Gunung Gede Pangrango dan Manfaatnya Bagi Tiga Provinsi
Description
Manfaat Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat bagi tiga provinsi di sekitarnya sangat vital seperti sumber air bersih, wisata, pengatur iklim.
Author
Publisher Name
Blog Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.