Deklarasi Pariwisata Berkelanjutan Raja Ampat

pariwisata berkelanjutan raja ampat
Penandatanganan Deklarasi Pariwisata Berelanjutan Raja Ampat oleh Bupati Raja Ampat. (Foto: Rens L/CI)

Komitmen Pariwisata Berkelanjutan Raja Ampat telah ditandatangani oleh delapan belas pemangku kepentingan (stakeholders) pada hari Rabu, 8 Maret 2017. Penandatanganan ini sebagai bentuk tindak lanjut dari hasil kajian Daya Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Raja Ampat. Dokumen tersebut dipaparkan pada Lokakarya Pariwisata Berkelanjutan yang dibuka oleh Bupati Kabupaten Raja Ampat, H. Abdul Faris Umlati. Acara berlangsung di Aula Kantor Bupati Raja Ampat pada hari tersebut. Demikian menurut siaran pers Conservation International Indonesia.

Raja Ampat merupakan salah satu target wisata turis lokal dan mancanegara. Kekayaan bahari dengan keindahan terumbu karang, spesies lokal yang terancam punah, dan keindahan alamnya, merupakan daya pikat kawasan ini. Ditambah dengan formasi karst yang indah amat menarik untuk para fotografi.

Data menunjukkan peningkatan pengunjung dalam sewindu berlipat sebanyak 10 kali dari 998 pengunjung di tahun 2007 menjadi 14.137 di tahun 2015. Bila kecenderungan ini berlangsung terus maka pada tahun 2021 Raja Ampat akan dikunjungi oleh setidaknya 92.000 orang. Bila wisatawan yang banyak jumlahnya ini tidak dikelola dengan baik maka sumberdaya wisata Raja Ampat akan rusak dan merugikan pemerintah serta masyarakat.

Ekonomi Berbasis Konservasi

Pada deklarasi Pariwisata Berkelanjutan Raja Ampat tersebut, Bupati Raja Ampat menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Raja Ampat fokus pada pengembangan ekonomi daerah yang berbasis konservasi, bukan ekonomi pertambangan. Tahukah kamu bahwa Taman Nasional Bali Barat juga menjadi salah satu andalan tempat wisata di Bali yang berkelanjutan?

“Sudah menjadi komitmen kami untuk membangun sektor pariwisata dan perikanan sebagai leading sectors,” demikian Umlati mengungkapkan.

Permasalahan yang dihadapi adalah mempertahankan kawasan pariwisata untuk kurun waktu yang panjang. United Nation Environmental Programme (UNEP) (2009) menyebutkan pembangunan pariwisata perlu memperhatikan ekonomi lokal, penyerapan sumber daya manusia di kawasan tersebut, serta tidak merusak lingkungan, sosial dan budaya yang ada. Pembangunan diarahkan pada visi keberlanjutan dari segala sisi, tidak hanya melihat dari sisi pertumbuhan jumlah wisatawan.

Pada acara lokakarya tersebut, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat meluncurkan Dokumen hasil kajian Daya Dukung Pariwisata Berkelanjutan Raja Ampat untuk wisata bahari, pantai, treking, dan wisaya budaya. Daya dukung lingkungan merupakan salah satu indikator dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan. Definisi daya dukung lingkungan tertera dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, termasuk di dalamnya juga definisi daya tampung lingkungan.

Peraturan adat dorong penegakan hukum di Raja Ampat, Papua.

Hasil kajian yang dilakukan oleh Conservation International ini menjadi dasar bagi kebijakan pembangunan pariwisata berkelanjutan Raja Ampat, Papua. Dalam dokumen disebutkan daya dukung dirumuskan sebagai jumlah maksimal kemampuan alam menampung wisatawan agar tidak merusak keberadaan dan keberlanjutan dari manusia dan areal wisata atau alam tersebut di masa mendatang.

Indikator pengukuran dengan melihat pada potensi pariwisata yang dikemas dalam paket, dan fasilitas pendukung yang ada. Fokus penelitian pada dua wilayah wisata terbesar yaitu Selat Dampier, dan Misool Selatan, serta pada empat kelompok besar yaitu wisata bahari, wisata hutan, wisata air terjun, wisata sejarah/budaya/religi.

Secara menyeluruh total wisatawan yang dapat ditampung di Raja Ampat dalam setahun adalah 91.275 orang untuk kunjungan 3 wisata per hari. Bila jumlah pengunjung di bawah angka ini, terdistribusi merata setiap bulan, dan mengunjungi setiap atraksi wisata yang ada, maka pariwisata yang terjadi tidak akan merusak lingkungan dan inilah pariwisata berkelanjutan.

Perlunya Aturan Wisata

Victor Nikijuluw, Direktur Kelautan Conservation International Indonesia yang memimpin kajian ini menekankan bahwa pemerintah daerah bisa menggunakan angka ini untuk tujuan promosi dan pengendalian. Promosi dan pengembangan bisa dilakukan bila jumlah kunjungan wisatanya masih di bawah angkat tersebut. Pengawasan dan pengelolaan yang lebih ketat harus dilakukan bila jumlah pengunjung sudah mendekati angka tersebut.

Kajian ini mengungkapkan bahwa wisata bahari menempati urutan tertinggi dari sisi daya dukung serta merupakan primadona di Raja Ampat. Daya dukung wisata penyelaman paling tinggi yaitu 20.520 orang per tahun. Angka ini terbagi dalam 12.180 orang per tahun di Selat Dampier, dan 8.340 orang per tahun di Misool Timur Selatan. Menempati urutan berikutnya adalah wisata pantai dan berenang secara berurutan 20.970 dan 21.420 orang per tahun.

Lebih lanjut, Nikijuluw menyampaikan, “Perlunya dikembangkan tata aturan berwisata untuk mendukung upaya pengendalian jumlah kunjungan wisata. Garis panduan dalam pengembangan dan pelaksanaan wisata Raja Ampat, misalnya tata aturan wisata selam, snorkeling, berinteraksi dengan Pari manta, wisata pengamatan burung, atau wisata bukil karst alami, perlu diatur oleh pemerintah.”

Ketua Asosiasi Homestay Raja Ampat, Lindert Mambrasar, mengharapkan agar melalui Deklarasi ini ada keberpihakan Pemerintah terhadap pengusaha asli Raja Ampat.

Baca artikel mengenai mitos atau fakta bahwa penyu menambah vitalitas tubuh.

“Memang semenjak tahun 2012 anggota kami mencapai 102 homestay. Namun, yang secara aktif beroperasi hanyalah 60, sementara sisanya masih belum dapat memenuhi kriteria yang ditetapkan Asosiasi.” tegas Lindert.

Otoritas pengelola wisata Raja Ampat perlu menindaklanjuti proses pembangunan pariwisata berkelanjutan ini. Hal itu misalnya melalui penentuan target dan kuota kunjungan untuk atraksi dan lokasi. Dapat pula dengan membuat kebijakan/peraturan resmi, melakukan evaluasi secara rutin, distribusi informasi secara luring maupun daring, pengembangan pariwisata di darat, serta pengawasan wilayah dengan menghadirkan polisi pariwisata. Dengan cara ini, pariwisata berkelanjutan raja ampat dapat lebih optimal. Penyu juga menjadi salah satu daya tarik wisata Pulau Banyak di Aceh.

Summary
Deklarasi Pariwisata Berkelanjutan Raja Ampat
Article Name
Deklarasi Pariwisata Berkelanjutan Raja Ampat
Description
Komitmen Pariwisata Berkelanjutan Raja Ampat ditandatangani oleh sebanyak delapan belas pemangku kepentingan pada hari Rabu, 8 Maret 2017.
Author
Publisher Name
Blog Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

2 Comments

  1. terima kasih sudah berkunjung dan terima kasih juga untuk tautannya. semoga itu bisa menambah wawasan pembaca situs ini. salam

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.