Mengetahui Kelamin Anak Penyu Berdasarkan Metode IHC (Immuno Histo Chemical)

gen anak penyu belimbing
Kelenjar kelamin anak Penyu Belimbing.

Bagaimana cara mengetahui kelamin anak penyu jantan atau betina? Untuk anak penyu, hal ini bukan perkara mudah karena mereka tidak memiliki kromosom X dan Y sebagai penentu kelamin. Lalu, bagaimana caranya?

Jenis kelamin anak penyu tidak dapat didasarkan pada bentuk fisik atau morfologi sebagaimana berlaku pada banyak spesies. Jenis kelamin anakan penyu bukanlah ditentukan oleh kromosom X dan Y karena mereka memang tidak memilikinya. Tetapi, jenis kelamin mereka ditentukan oleh kondisi lingkungan hidup di sekitar sarang selama proses inkubasi atau penetasan. Kondisi termal (suhu) sarang akan menentukan apakah embrio nantinya berkembang menjadi tukik jantan atau tukik betina. Suhu pasir yang cukup hangat akan menghasilkan tukik penyu betina. Sedangkan suhu pasir yang cenderung dingin akan melahirkan anakan penyu yang didominasi jantan. Fenomona ini bukanlah sesuatu yang asing di dunia satwa reptil. Fenomena ini dikenal sebagai Temperture Sex Determinant.

Terkait kelamin anak penyu, anatomi sekksual mereka tidak secara jelas terlihat hingga sampai sekitar satu dekade. Karakteristik berdasarkan anatomi akan mudah terlihat ketika usia mereka mendekati usia reproduksi, sekitar 15 hingga 20 tahun. Pada periode inilah kita akan mudah menentukan jenis kelamin seekor penyu.

Anak Penyu dan Peningkatan Suhu Global

Dengan meningkatnya suhu global dan terjadinya dampak perubahan iklim dunia, sarang penyu cenderung menghasilkan anak penyu yang didominasi betina. Ini akan meningkatkan resiko kepunahan spesies yang termasuk ke dalam daftar hewan langka ini. Meskipun begitu, sangat sedikit penelitian yang sungguh-sungguh memverifikasi jenis kelamin penyu individu. Kemudian, mencoba membandingkan data tersebut guna memperkirakan rasio jenis kelamin berdasarkan suhu penetasan. Sebuah langkah penting dalam pelestarian dan konservasi hewan-hewan ini adalah dengan memperkirakan rasio jenis kelamin tukik. Meskipun tetap tidak akurat seratus persen karena kesulitan mengidentifikasi hanya berdasarkan anatomi mereka.

Para ilmuwan menggunakan prosedur laparoskopi guna memverifikasi jenis kelamin anak penyu. Namun, untuk beberapa spesies, jenis kelamin berdasarkan anatomi bisa ambigu, bahkan sampai ke tingkat histologis. Untuk mengatasi ketidakpastian dari metode yang digunakan untuk mengetahui jenis kelamin anakan penyu tersebut, para peneliti berusaha mengembangkan metode baru.

Para ilmuwan dari Universitas Atlantis Florida yang memedifikasi pendekatan immunohistochemical (IHC) yang biasanya digunakan untuk jenis kura-kura air tawar. Lalu, menguji tingkat keakuratan pendekatan ini dalam mengidentifikasi jenis kelamin tukik Penyu Tempayan dan Penyu Belimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini memberikan langkah berharga untuk menuju sebuah metode yang lebih handal untuk mengidentifikasi jenis kelamin Penyu Belimbing. Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan di jurnal The Anatomical Record.

“Pendekatan IHC meminimalkan kekurangan dari teknik lainnya, terutama untuk kasus Penyu Belimbing. Pendekatan ini menambahkan karakter yang handal, meningkatkan utilitas dari sampel yang tersedia. Sehingga dapat mengidentifikasi jenis kelamin penyu tanpa perlu mengorbankan spesies terancam. Juga, tidak membuat asumsi tentang hubungan antara kondisi penetasan dengan rasio jenis kelamin.”

Demikian pernyataan Jeanette Wyneken, Ph.D, penulis studi dan profesor ilmu biologi di Fau Charles E. Schmidt College of Science. Ia berkolaborasi dengan Boris M. Tezak, penulis dan mahasiswa pascasarjana Fau, dan Kathleen Guthrie, Ph.D., profesor ilmu biomedis di Fau Charles E. Schmidt College of Medicine.

Hipotesis dan Hasil

Para peneliti berhipotesis bahwa CIRPB – protein pengikat RNA (Ribonucleic acid) yang dikenal merespon suhu – mungkin menunjukkan ungkapan gen diferensial (gene differential expression) pada tukik penyu yang keduanya terbedakan dengan baik dan antara jantan atau betina belum terbedakan. Untuk mengukur kegunaan pendekatan ini, para peneliti sukses menguji ekspresi CIRPB menggunakan IHC dengan sampel tukik dan paska tukik Penyu Tempayan. Ini karena jenis kelamin spesies ini dapat diidentifikasi melalui laparoskopi dan standar histologi. Hasil penelitian menunjukkan kecocokan sebesar 93 persen antara metode IHC dan teknik pengidentifikasian Penyu Tempayan. Ketika mereka kemudian menggunakan dengan penyu belimbing, mereka mendapat kecocokan 100 persen antara metode IHC dan teknik pengidentifikasian Penyu Belimbing.

penelitian kelamin anak penyu
Hasil penelitian. (Sumber: Tezak ett all)

“Tingginya tingkat ekspresi CIRPB yang ditemukan dalam indung telur tukik dan paska tukik penyu yang sedang berkembang juga mendukung hipotesis kami bahwa CIRBP mungkin berperan dalam jalur molekuler perbedaa seksual pada penyut,” kata Tezak.

Saat ini, praktek yang paling umum memperkirakan rasio jenis kelamin dari pantai perteluran adalah menggunakan suhu sarang, suhu pantai, atau lamanya inkubasi dan keterkaitan yang diderivasi secara empiris dari data laboratorium. Namun, terdapat sedikit bukti yang mendukung asumsi bahwa proksi-proksi ini memang sesuai dengan rasio kelamin primer dari sarang penyu alami atau buatan. Bahkan, rasio kelamin sampel Penyu Tempayan yang dikumpulkan lebih dari 10 tahun di Palm Beach County, Florida, menunjukkan variabilitas yang signifikan, dengan tingginya rasio bias betina yang diproduksi dalam rentang suhu yang lebih luas dibandingkan yang ditemukan pada studi laboratorium terkontrol. Selain itu, di beberapa sarang, lebih banyak jantan dihasilkan dibandingkan yang diperkirakan berdasarkan suhu sarang semata.

Apakah telur dan daging penyu menambah vitalitas manusia? Temukan jawabannya di artikel Penyu Menambah Vitalitas Tubuh, Mitos atau Fakta?

“Bukti menunjukkan bahwa hubungan antara temperatur dan jenis kelamin anak penyu yang ditemukan di laboratorium kurang kuat di alam dan verifikasi perbandingan kelamin sering tidak cukup atau malah tidak ada,” kata Wyneken.

“Metode IHC dari kami adalah terobosan dalam pengidentifikasian kelamin Penyu Belimbing, spesies yang memiliki sistem reproduksi lebih lambat dibandingkan spesies penyu lainnya.”

Di Indonesia, spesies Penyu Belimbing adalah salah satu spesies penyu yang termasuk ke dalam jenis hewan dilindungi menurut Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999. Metode ini mungkin dapat digunakan untuk membantu pelestarian penyu di Indonesia.

Sumber:

TEZAK, B. M., GUTHRIE, K. and WYNEKEN, J. (2017), An Immunohistochemical Approach to Identify the Sex of Young Marine Turtles. Anat. Rec.. doi:10.1002/ar.23589

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar

Summary
Cara Mengetahui Kelamin Anak Penyu Berdasarkan Metode IHC (Immuno Histo Chemical)
Article Name
Cara Mengetahui Kelamin Anak Penyu Berdasarkan Metode IHC (Immuno Histo Chemical)
Description
Bagaimana cara mengetahui kelamin anak penyu jantan atau betina? Untuk anak penyu, hal ini bukan perkara mudah karena mereka tidak memiliki kromosom X dan Y
Author
Publisher Name
Blog Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.