Air Terjun Dua Warna Sibolangit, Alternatif Wisata Dekat Kota Medan

menikmati keindahan wisata air terjun dua warna
Air terjun dua warna sibolangit

Air terjun dua warna di Sibolangit, Sumatera Utara, merupakan salah satu tujuan wisata di sekitar Kota Medan. Ini kisah petualangan tim kami ketika berkunjung ke tempat wisata air terjun dwi warna di Sibolangit!

Air terjun dua warna Sibolangit sesungguhnya sudah sering kami dengar. Namun, kami belum memliki waktu luang untuk berkunjung. Baru pada kesempatan ini kami memiliki kesempatan untuk mencoba menikmati keindahan wisata alam air terjun ini.

Air Terjun Dua Warna terletak di sekitar Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Obyek wisata Air Terjun Dua Warna tepatnya terletak di sekitar ketinggian 1270-an mdpl, sekitar dua jam berjalan kaki dari pintu masuk yang terletak di ujung komplek bumi perkemahan. Bumi perkemahan Sibolangit sendiri berjarak sekitar 75 km dari Kota Medan, menuju arah Berastagi, kota wisata lainnya yang juga sangat populer, tidak hanya bagi wisatawan lokal, namun juga bagi turis mancanegara.

Perjalanan ke Air Terjun Dua Warna

Jarum jam menunjukkan pukul 06.45. Suasana Kota Medan masih dibayangi gelap, namun cahaya matahari pagi sudah menggantikan cahaya lampu jalan dan halaman pertokoan yang belum lama dimatikan oleh para pemiliknya.

Panas matahari juga sudah menyentuh kulit dan membuat tubuh berkeringat. Beberapa orang terlihat lari pagi di pinggir jalan protokol dan lapangan terbuka di tengah Kota Medan, seiring perjalanan dari rumah menuju titik kumpul keberangkatan. Ya, hari ini kami berencana mengunjungi salah satu lokasi wisata alam yang sebenarnya sudah cukup populer di benak sebagian besar anak muda Medan, tetapi baru kali ini kami memiliki kesempatan untuk melihat secara langsung wisata air terjun dwi warna.

Sebelumnya, kami juga sudah beberapa kali mengunjungi tempat wisata Tangkahan Langkat dan juga Pulau Banyak di Aceh Singkil. Kedua tempat itu sungguh mengagumkan.

Setelah tiba di titik kumpul keberangkatan di depan bekas SPBU Petronas Ring Road sekitar pukul 07.30, tim mulai bersiap-siap dan memastikan ulang semua perlengkapan keamanan berkendaraan sepeda motor terpenuhi: sepeda motor (mesin, lampu, spion, rem) dalam kondisi fit, helm, surat-surat kendaraan bermotor dan lain-lainnya. Tim beranggotakan hanya empat orang yaitu saya dan tiga orang teman yang hobi blusukan ke hutan-hutan, masing-masing Anjas, Acon dan Suriadi. Teman-teman ini juga sering menemani saya ketika sekedar blusukan ke pelosok hutan untuk menyegarkan fikiran.

air terjun dua warna sebelum banjir
Air terjun dua warna.

Dengan mengendarai dua unit sepeda motor, masing-masing berboncengan, tim berangkat dari titik kumpul menuju ke Sibolangit sekitar pukul 08.00. Melewati jalan berkelak-kelok,  sedikit naik turun, kanan kiri jalan disajikan pemandangan hutan Taman Wisata Alam Sibolangit, pemukiman penduduk, pemandian alam Sembahe, tim tiba di bumi perkemahan sekitar pukul 10.00.

Tiba di Sibolangit kami istirahat sejenak minum kopi di warung makan yang terkenal dengan sebutan warung makan Bang Dewa. Maklum pemilik warung makan ini adalah abang gitaris Gigi Dewa Bujana, sehingga mereka yang sering berkunjung dan bermain di bumi perkemahan lebih akrab dengan menyebutnya sebagai rumah makan Bang Dewa. Warung makan ini terletak sekitar 100 meter setelah pintu gerbang bumi perkemahan, di sebelah kanan setelah melewati jembatan kecil. Di warung makan sederhana tapi bercita rasa Bali ini, kami membeli bekal pula untuk makan siang di air terjun. Maklum, tidak ada warung makan di air terjun, walau ada juga juga warung tenda seadanya yang menjual kopi dan mie instan. Untuk urusan makan siang, kami lebih memilih nasi, maklum orang Indonesia kalau belum makan nasi maka akan dikatakan belum makan.

Setelah selesai membeli semua perbekalan yang diperlukan, kami bergerak menuju pintu masuk, istilah kerennya basecamp. Basecamp lokasi wisata air terjun dwi warna terletak di paling ujung, sekitar 3 menit naik sepeda motor dari “warung makan Bang Dewa”, setelah lokasi perkemahan milik PTP VII. Lokasi kompleks perkemahan di Bumper Sibolangit dibangun oleh setiap perusahaan perkebunan PTP ketika pertama dibangun. Jadi, tidak mengherankan bila tiap lokasi diidentifikan dengan nama lokasi PTP II, PTP VII dan seterusnya. Lokasi perkemahan PTP VII adalah yang paling ujung. Setelah itu, baru melewati jembatan kecil dan jalan berbatuan sepanjang sekitar 100 meter untuk tiba di basecamp.

Setibanya di basecamp, kami langsung memarkirkan kendaraan, membayar tiket masuk sebesar Rp 25.000 per orang. Harga ini hanya untuk masuk, tanpa fasilitas tambahan. Jika mengingkan fasilitas tambahan, harga dapat dinegosiasikan dengan dengan penjaga basecamp. Setelah semuanya siap, perjalanan pun dimulai.

Mencapai Lokasi

Air terjun dwi warna Sibolangit hanya dapat dicapai dengan jalan kaki dari basecamp atau pintu masuk. Kami, ditemani seorang pemandu bergerak jalan kaki ke lokasi. Lima penit pertama dihabiskan menyusuri jalan setapak di pinggir irigasi. Kemudian, menyeberangi dua parit  kecil, berbatu, selebar sekitar 3 meter. Parit-parit ini dapat dilewati dengan mudah, tanpa membasahi sepatu karena ketinggian air hanya sekitar 30 cm dan banyak batu-batu sedang yang dapat dijadikan pijakan kaki untuk menyeberang. Tetapi, tetap harus hati-hati, siapa tahu terpeleset.

Setelah itu, perjalanan didominasi dengan jalan setapak yang terkadang berlumpur karena bekas hujan, batu-batu kerikil, akar-akar pohon yang menjulang cukup tinggi di sepanjang perjalanan. Tidak ketinggalan, melewati jalan dengan meniti berupa pohon tumbang. Medan perjalanan yang turun naik, walau sebagian besar tidak terjal, cukup membuat lelah. Bahkan, tidak jarang, kami harus berisitirahat 5-10 menit untuk minum dan melepaskan lelah.

Setelah berjalan sekitar 2 jam, kami mulai mendengar suara gemericik air. Medan perjalanan pun tiba-tiba menurun curam, seperti akan menuruni tebing. Kami, menuruni “tebing” ini dengan perlahan, jika terpeleset akan fatal, berpegangan pada seutas tali yang memang sudah dipersiapkan bagi para pengunjung. Cukup menantang. Setelah turun, kami menyeberangi sungai berbatu besar. Untuk menyeberangi sungai ini, batu-batu besar dapat dijadikan pijakan karena tidak licin. Tetapi, memerlukan kehatian ekstra. Salah sedikit melangkah, bisa terpeleset dan terjebur.

Untuk anda yang tertarik atau sedang mencari informasi tentang tempat wisata di Kota Medan, silahkan baca artikel kami tentang tempat wisata di Medan dan Sumatera Utara. Mungkin anda temukan tempat yang menarik.

Sungai berhasil dilewati tanpa halangan. Sekitar 15 menit setelah sungai ini, akhirnya kami tiba di lokasi wisata air terjun sekitar pukul 12.30. Telah ada pulahan pengunjung lainnya sebelum kami tiba. Wow, air tejun dengan air kolam berwana kebiruan membuat kami puas. Bahwa warnanya sungguh alami, seperti di foto-foto, bukan hasil editan. Terlebih, di sana ternyata ada 4 air terjun dimana 3 air terjun jatuh ke kolam berwarna kebiruan. Sedangkan satunya lagi, di sisi pojok kanan, airnya hangat. Letaknya keseluruhannya persis di tengah lembah. Terbayang bagaimana jika air bah atau banjir bandang tiba-tiba datang, cukup berbahaya. Saya sempat bertanya kepada pemandu tentang hal ini.

“kalau air bandang pasti bahaya bang. Pernah ada yang meninggal beberapa tahun lalu karena adanya air bandang. Karena itu, kita harus betul-betul melihat warna air dan cuaca. Jika cuaca mendung atau air tiba-tiba keruh, maka harus cepat-cepat pergi dan keluar dari sini”,  jawabnya.

pemandangan air terjun dua warna
Tebing di sekitar air terjun.

Kebetulan saat itu mendung, tetapi air tidak terlihat keruh. Sekejap kemudian, tanpa berusaha membuang-buang waktu, saya mengambil kamera dan mengabadikan sebanyak mungkin momen. Sementara, teman dan pengunjung lainnya ada yang makan, mandi-mandi atau foto-foto selfie. Tentu tidak ingin kehilangan momen setelah menempuh perjalanan yang menyita peluh dan tenaga.

Tidak terasa, waktu menunjukkan pukul 15.30. Sudah sekitar 3 jam kami habiskan waktu di sini. Langit masih berwarna gelap seakan-akan hujan akan segera tiba. Tanpa ingin kehujanan di tengah jalan nanti, kami memutuskan segera pulang. Walau belum puas, tetapi kami akan datang kembali jika memungkinkan, tentu dengan persiapan lebih matang.

Kami beranjak pulang. Sekitar pukul 16.30, gerimis mulai turun, jatuh ke ranting, daun dan tanah. Bunyi jatuhan rintik air dan bau tanah sungguh khas. Alami dan segar. Kami mempercepat langkah, diselingi lari-lari kecil agar tidak basah kuyup. Akhirnya kami tiba di basecamp sekitar pukul 17.00 dan segera kembali ke Medan.

Summary
Air Terjun Dua Warna Sibolangit, Alternatif Wisata Dekat Kota Medan
Article Name
Air Terjun Dua Warna Sibolangit, Alternatif Wisata Dekat Kota Medan
Description
Air terjun dua warna di Sibolangit, Sumatera Utara, merupakan salah satu tujuan wisata di sekitar Kota Medan. Baca kisah perjalanan kami ke sini.
Author
Publisher Name
Blog Lingkungan Hidup
Publisher Logo
Tentang Editor 107 Articles
Editor Lingkungan Hidup

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.